Survei: Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet karena Kinerja Menteri

- Survei Poltracking Indonesia mencatat 51,9 persen masyarakat mendorong Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih.
- Kinerja menteri yang kurang memuaskan menjadi alasan tertinggi publik mendukung reshuffle, dengan persentase 55,5 persen.
- Bidang perekonomian menjadi fokus utama reshuffle menurut 30,8 persen publik dalam survei terhadap 1.220 responden.
Jakarta, IDN Times - Survei terbaru Poltracking Indonesia menyebut, mayoritas publik menginginkan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR mengatakan, sebanyak 51,9 persen masyarakat mendorong agar Prabowo melakukan reshuffle. Sementara 27,9 persen merasa tidak perlu dan 20,2 persen tidak menjawab.
"Publik Indonesia, masyarkat Indonesia, mayoritas 51,9 persen menilai perlu reshuffle kabinet. Hanya 27 yang menyatakan tidak perlu," kata dia dalam konferensi pers daring, Senin (31/8/2026).
1. Alasan perlu reshuffle kabinet karena kinerja menteri kurang memuaskan

Presiden Prabowo rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Selasa (27/1/2026) (Instagram/@sekretarait.kabinet) Hanta menjelaskan, sebanyak 55,5 persen publik menilai menteri di kabinet perlu di-reshuffle karena kinerjanya kurang memuaskan. Sementara 10 persen publik menilai ada menteri yang tidak cocok dengan kementerian yang dipimpin dan 9,3 persen menganggap menteri jarang turun ke masyarakat.
"Kita tanyakan lagi apa alasan perlu reshuffle, alasan paling tinggi karena kinerja kurang memuaskan. Kami sampaikan, ada program-program yang populis tapi sepertinya kegagalan kabinet dalam menerjemahkan dan mengimplementasikan program visi-misi Presiden tergambarkan dalam survei ini," ucap dia.
2. Publik menilai menteri di bidang ekonomi perlu direshuffle

Sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih mengggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawalan Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto (dok. Istimewa) Hanta juga memaparkan, dari berbagai bidang yang ditanyakan, 30,8 persen publik menilai menteri yang menaungi sektor perekonomian perlu dirombak. Kemudian bidang lainnya adalah Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan 22 persen.
"Kita dalami dari yang mengatakan perlu ada reshuffle kabinet tadi, kita tanyakan kepada publik bidang apa yang menjadi fokus utama untuk di-reshuffle, terutama bidang ekonomi 30,8 persen. Kemudian bidang hukum, HAM, imigrasi, dan pembangunan kewilayahan," tugasnya.
3. Survei digelar 14 sampai 20 Agustus

Presiden Prabowo Subianto rapat terbatas dengan jajaran Kabinet Merah Putih (Instagram.com/@sekretariat.kabinet) Sementara, peneliti Poltracking Indonesia, Masduri Arawi mengatakan, wawancara survei dilaksanakan secara tatap muka langsung pada 14 sampai 20 Agustus 2026.
"Populasi survei WNI yang sudah memiliki hak pilih, metode multistage random sampling. Jumlah survei 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," imbuh dia.
















