Jakarta, IDN Times - Pemerintah resmi menetapkan status siaga tinggi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi krusial wilayah Sumatera dan Kalimantan. Langkah antisipasi ini diambil guna membendung lonjakan titik api yang diprediksi mencapai puncaknya sepanjang Agustus hingga September 2026.
Enam wilayah yang masuk radar penanganan utama meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, serta Jambi.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh pada Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Karhutla 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi puncak risiko karhutla terjadi pada Agustus hingga September 2026.
“Pemantauan dan pengawasan ketat di daerah menjadi krusial untuk mencegah eskalasi titik api dan dampak lingkungan yang lebih luas,” tulis rilis resmi hasil rakor tersebut, Sabtu (22/8/2026).
