Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Kabinet Bayangan, NasDem: RI Bukan Negara Sistem Parlementer!
Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan) dan Wakil Ketua DPR Saan Mustopa (kiri) dalam jumpa pers di Gedung DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol)
  • Saan Mustopa dari NasDem menegaskan Indonesia menganut sistem presidensial, sehingga tidak mengenal konsep kabinet bayangan seperti di negara parlementer.
  • Pemerintah melalui Mensesneg Prasetyo Hadi menanggapi santai pembentukan Kabinet Bayangan oleh Koalisi Masyarakat Sipil dan menghargai niat baik untuk memberi masukan konstruktif.
  • Koalisi Masyarakat Sipil membentuk Kabinet Bayangan guna memperkuat fungsi check and balances serta mengedukasi publik tentang pengelolaan kebijakan dan partisipasi rakyat dalam pemerintahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang-orang bikin kabinet bayangan, kayak tim yang mau bantu lihat kerja pemerintah. Pak Saan dari NasDem bilang Indonesia cuma punya satu kabinet karena presidennya Prabowo. Tapi dia bilang nggak apa-apa kalau ada ide begitu, asal tetap awasi bareng-bareng. Dari Istana juga santai aja dan bilang terima kasih kalau niatnya baik.Ada orang-orang bikin kabinet bayangan, katanya mau bantu awasi kerja pemerintah. Pak Saan dari partai NasDem bilang Indonesia cuma punya satu kabinet, yang dipimpin Presiden Prabowo. Tapi dia tetap hormat sama ide itu. Dari Istana juga bilang nggak apa-apa, asal niatnya baik dan mau kasih masukan supaya negara bisa kerja lebih bagus bareng-bareng.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Waketum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa meminta agar masyarakat sebaiknya mengawasi kabinet Presiden Prabowo Subianto yang tengah bekerja saat ini. Ia menegaskan, Indonesia menganut rezim presidensial sehingga kabinet yang dibentuk pemerintah bersifat tunggal.

Pernyataan ini disampaikan Saan Mustopa sekaligus menanggapi kabinet bayangan yang dibentuk oleh koalisi masyarakat sipil. Hal ini berbeda dengan negara yang menganut rezim parlementer yang umumnya ada pembentukan kabinet bayangan oleh partai oposisi.

"Kabinet kan sekarang ada, tinggal diawasi aja. Jadi bayangan-bayangan kan nggak, kita kan sistem pemerintahan presidensil ya, bukan parlementer. Jadi yang sudah ada aja kita awasi secara bersama-sama," kata Saan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

1. NasDem hormati ide pembentukan kabinet bayangan

Waketum Partai NasDem Saan Mustopa bicara soal isu merger bersama Gerindra. (IDN Times/Amir Faisol).

Saan turut menghormati ide pembentukan kabinet bayangan bentukan koalisi masyarakat sipil. Menurut dia, kebebasan berpendapat seperti ini bagian dari dinamika berdemokrasi.

Kendati demikian, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk mengawasi kinerja Kabinet Merah Putih untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.

"Ya tinggal pengawasan aja. ya mereka punya ide kan biasa aja kan. Masyarakat sipil punya ide, punya ini, itu kan hal dalam alam demokrasi itu kan hal yang biasa saja," kata Wakil Ketua DPR RI itu.

2. Istana tanggapi santai kabinet bayangan ala Koalisi Sipil

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, merespons santai pembentukan Kabinet Bayangan oleh Koalisi Masyarakat Sipil. Mensesneg berterima kasih apabila ada orang yang ingin berbuat baik.

"Kita pelajari. Semua yang niatnya baik, semua yang ingin memberikan masukan yang baik, kita tentu menerima dan selalu berterima kasih. Yang penting adalah konstruktif semangatnya," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prasetyo lantas mengambil filosofi sepak bola. Menurutnya, dalam sebuah tim sepak bola, harus bisa saling bekerja sama satu sama lain. Meski demikian, kerja sama yang sudah dibangun juga belum tentu menghasilkan kemenangan di akhir pertandingan.

"Bagaimana tim sepak bola kan semua harus kompak bekerja sama bekerja keras satu sama lain. Itu saja belum tentu berakhir dengan kemenangan kalau pertandingan sepak bola. Jangan diartikan macam-macam," kata dia.

3. Tentang Kabinet Bayangan bentukan Koalisi Sipil

Ilustrasi Istana Merdeka. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dilansir dari laman kabinetbayangan.id, Kabinet Bayangan hadir untuk menjalankan fungsi check and balances. Sebab, Masyarakat Sipil Indonesia menganggap, fungsi itu kini tidak berjalan.

Kabinet Bayangan ingin mengedukasi masyarakat terkait bagaimana seharusnya kebijakan publik dikelola. Rakyat harus berdaya dan bisa memiliki saluran untuk bersuara dan memegang kendali atas jalannya pemerintahan.

Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia mengusung kabinet yang ramping, strategis dan berbasis urgensi. Formasi ini dianggap sudah mencakup isu paing krusial yang selama ini diabaikan.

Kabinet Bayangan ini nantinya akan diisi oleh partisipan non partai. Selain itu, yang bergabung pada Kabinet Bayangan ini juga harus bebas dari kepentingan partisipan.

Berikut daftar Menteri yang ada di Kabinet Bayangan:

1. Menteri Sekretaris Negara

2. Menteri Dalam Negeri, Desa, Otonomi Daerah dan keamanan Negara

3. Menteri Luar Negeri

4. Menteri Pertahanan

5. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marjinal

6. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara

7. Menteri Perekonomian, BUMN, Industri dan Tenaga Kerja

8. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran

9. Menteri Jaminan perlindungan Lingkungan Hidup, Pelestarian Hutan, Flora Nusantara dan Pembatasan Izin Pertambahan

10. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

11. Menteri Riset dan Teknologi Digital

12. Menteri Kesehatan

13. Menteri Sosial dan Layanan Dasar

14. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan

15. Juru Bicara Kabinet.

Curated For You

Editorial Team

Related Article