Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Paper Ajukan MBG Dapat Nobel Perdamaian, Pemerintah Investigasi
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, M. Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah menyelidiki makalah di SSRN yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis meraih Nobel Perdamaian 2026 dan mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis.
  • Kemendagri mengklarifikasi keaslian surat bernomor ND/KIE/001/I/2026 yang dilampirkan dalam makalah, termasuk memastikan apakah dokumen tersebut benar diterbitkan secara kelembagaan.
  • IPDN membantah surat berkop institusinya berasal dari kampus tersebut, sementara Kemendagri juga mengklarifikasi internal terkait nama staf Dirjen Polpum yang tercantum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Makalah mengusulkan program Makan Bergizi Gratis memperoleh Nobel Perdamaian 2026 dan mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis.

Rabu (5/8/2026)

Badan Komunikasi Pemerintah menginvestigasi makalah tersebut. Kemendagri mengklarifikasi keaslian surat yang dilampirkan, sementara IPDN membantah surat berkop institusinya berasal dari IPDN. Kemendagri juga melakukan klarifikasi internal terkait nama pegawainya yang tercantum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menginvestigasi makalah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis memperoleh Nobel Perdamaian 2026 dan mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis.
  • Who?
    Muhammad Qodari dari Badan Komunikasi Pemerintah, Benni Irawan dari Kemendagri, IPDN, serta staf Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum bernama Ashar terlibat dalam proses klarifikasi.
  • Where?
    Makalah diunggah pada papers.ssrn.com. Investigasi dan klarifikasi berlangsung di lingkungan Badan Komunikasi Pemerintah, Kemendagri, serta IPDN di Jakarta.
  • When?
    Qodari menyatakan investigasi masih berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kemendagri juga melakukan pengecekan dan klarifikasi pada hari yang sama.
  • Why?
    Pemerintah memeriksa makalah karena terdapat surat yang mengatasnamakan Kemendagri dan menggunakan kop IPDN, serta mencantumkan sejumlah nama dan lembaga.
  • How?
    Badan Komunikasi Pemerintah melakukan investigasi. Kemendagri memeriksa keaslian surat dan status kelembagaannya, menghubungi Rektor IPDN, serta meminta klarifikasi internal terkait nama Ashar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada makalah yang ingin program Makan Bergizi Gratis mendapat Nobel Perdamaian 2026. Nama Presiden Prabowo ada di sana. Pemerintah sedang mengecek makalah itu. Kemendagri juga memeriksa surat yang ada di dalamnya. IPDN bilang surat memakai nama mereka bukan dari IPDN. Kemendagri masih bertanya kepada staf bernama Ashar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat pemerintah dan Kemendagri dalam menelusuri makalah tersebut menunjukkan perhatian terhadap ketepatan informasi dan keabsahan dokumen yang mengatasnamakan lembaga negara. Klarifikasi kepada IPDN serta pemeriksaan internal atas dugaan keterlibatan pegawai mencerminkan upaya memastikan setiap pencantuman nama maupun surat dipahami berdasarkan fakta yang terverifikasi secara cermat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Muncul makalah yang diunggah dalam papers.ssrn.com isinya mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat Nobel Perdamaian 2026. Paper itu berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth".

Dalam makalah tersebut, turut dicantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis. Dikonfirmasi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan lembaganya masih menginvestigasi terkait adanya makalah tersebut.

"Lagi diinvestigasi," ujar Qodari di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

1. Kemendagri juga lakukan investigasi

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri, Benni Irawan (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam makalah tersebut, turut dilampirkan Surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Nomor ND/KIE/001/I/2026. Dikonfirmasi, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri, Benni Irawan, mengaku sudah membaca makalah tersebut. Namun, Kemendagri masih mengecek kebenaran surat itu.

"Ya, itu kan tidak hanya dari Kemendagri ya, ada beberapa lembaga yang ada di situ, terkait dengan Kemendagri dari pagi kami sudah dapat informasi itu, sekarang lagi diklarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana, kemudian apakah surat yang disampaikan itu bener dari Kemendagri atau apa, kita pastikan dulu," kata Benni.

2. IPDN juga sudah membantah

IPDN (ipdn.ac.id)

Dalam makalah tersebut, ada juga surat yang menggunakan kop Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Menurut Benni, IPDN juga sudah membantah.

"Saya sudah klarifikasi ke IPDN, itu bukan dari IPDN, kita sudah telepon Pak Rektor, itu bukan dari IPDN," ucap dia.

3. Kemendagri sedang lakukan klarifikasi internal

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri, Benni Irawan (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Terkait adanya dugaan nama pegawai Kemendagri yang masuk dalam makalah tersebut, Kemendagri sedang melakukan klarifikasi internal.

"Tapi memang ada staf yang namanya Ashar itu di Dirjen Polpum, nah itu yang tadi Pak Dirjen Polpum meminta klarifikasi secara internal, Pak Akmal (Dirjen Polpum). Sejauh ini saya belum dapat hasil klarifikasi, saya belum dapat update," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article