Jakarta, IDN Times - Front Mahasiswa Nasional (FMN) mengikuti aksi Kamisan di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (27/8/2026). Dalam aksi tersebut, massa memperingati satu tahun wafatnya Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di sekitar gedung DPR RI, pada (28/8/2026).
Pantauan IDN Times, massa aksi Kamisan menuntut kejelasan status hukum para anggota Brimob yang berada di dalam mobil rantis yang melindas Affan. Selain itu, massa Kamisan juga menuntut agar pelaku penyiram air keras terhadap Aktivis Kontras, Andri Yunus, diberi hukuman lebih berat.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional (FMN), Symphati Dimas Rafi’i juga menyampaikan 10 tuntutan yang dibawa mahasiswa.
"Kami sadar apapun tuntutan rakyat tidak akan mudah dimenangkan. Apalagi program seperti MBG dan KDMP telah menjadi salah-satu instrumen pemelihara kekuasaan pemerintah Presiden Prabowo Subianto, sekarang dan di masa datang," ujar Dimas.
Saat berorasi, Dimas juga meminta Presiden Prabowo Subianto lebih memperhatikan korban terdampak bencana di Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Kalimantan.
Berikut 10 tuntutan yang dibawa FMN:
Turunkan harga kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat dan biaya produksi bagi kaum tani!
MBG, hentikan! Koperasi Desa Merah Putih, bubarkan
Pekerjaan bermutu dan upah yang adil bagi rakyat Indonesia, jamin dan sediakan
Pembangunan Komando dan Batalyon Teritorial, hentikan
Penempatan dan penguasan militer dan Polisi di dipekerjaan sipil, hentikan
Perampasan tanah rakyat atas nama kepentingan negara, hentikan
Penangkapan suku bangsa minoritas dan kaum tani sebagai pembakar lahan, hentikan
Hak rakyat korban bencana Aceh, NTT, Kalimantan, rehabilitasi sekarang juga
Jamin hak menentukan nasib sendiri, hentikan operasi militer di tanah Papua!
Aksi damai dan tuntutan rakyat jangan hadapi dan tindas dengan kekerasan dan senjata.
