Jakarta, IDN Times - Aktivis lingkungan asal Aceh, Farwiza Farhan, diganjar penghargaan Whitley Gold Award 2026 pada Rabu (29/4/2026). Penghargaan tertinggi ini kembali diberikan kepada Farwiza karena dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam perlindungan lingkungan atau keanekaragaman hayati.
Farwiza sendiri pernah mendapat Whitley Award pada 2016 lalu. Penghargaan yang disebut 'Piala Oscar Hijau' diberikan kepada Farwiza dan LSM HAkA atas kontribusinya melestarikan spesies ikonik di ekosistem Leuser, dengan memberdayakan komunitas lokal untuk menentang rencana pembangunan yang berisiko bagi masa depan hutan, satwa liar, dan masyarakat.
Dikutip dari akun YouTube Whitley Awards, dengan penghargaan tertinggi itu, maka Farwiza dan HAkA berhak mendapatkan pendanaan senilai 100 ribu Poundsterling atau setara Rp2,3 miliar dari organisasi asal Inggris, Whitley Fund for Nature. Dana itu akan dipakai untuk melakukan integrasi pemantauan hutan, memberdayakan komunitas, memperkuat ketahanan dan melindungi ekosistem Leuser.
