Jakarta, IDN Times - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah dihubungi tim mediator DPR sejak Rabu, 26 Agustus 2026 malam, untuk menghadiri rapat paripurna DPR RI, di tengah rencana demonstrasi yang akan mereka gelar hari ini, Kamis (27/8/2026).
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, bersama kawan-kawan masuk ruang rapat paripurna sekitar pukul 10.06 WIB. Mereka terlihat duduk di balkon ruang rapat paripurna.
Rapat saat itu tengah dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Para aktivis AMPB juga mendengar langsung laporan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengenai perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, yang telah disusun sejak naskah akademik (NA) beleid itu.
Setelah itu, perwakilan massa AMPB diterima dalam rapat audiensi khusus yang dihadiri langsung oleh Dasco (Fraksi Gerindra), Saan Mustopa (Fraksi NasDem), dan Cucun Ahmad Syamsurijal (Fraksi PKB). Rapat tersebut digelar terpisah dan dalam waktu bersamaan dengan rapat paripurna hari ini.
Dalam audiensi itu, Botok mendesak pimpinan DPR untuk mengundurkan diri dari jabatannya bila Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, yang ditargetkan diketok dalam rapat paripurna pada 15 Desember 2026 melenceng dari target tersebut.
"Seperti contoh, maaf Pak Dasko, nggih. Beliau mengundurkan... siap mengundurkan diri. Pak Saan Mustopa juga siap mengundurkan diri, dan Pak Cucun juga siap mengundurkan diri jika berita acara tersebut, kesepakat--kesepakatan tersebut tidak terealisasi, gitu," kata Botok.
Sementara itu, Dasco mengaku tidak khawatir memenuhi tuntutan AMPB, termasuk jika harus mengundurkan diri dari jabatannya sekarang.
"Kami tidak ada prasangka, tidak ada kekhawatiran untuk kemudian memenuhi tuntutan teman-teman sekalian. Kalau memang tidak selesai, ya kami mundur dari DPR ini, gak apa-apa," kata Dasco.
