Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Saja yang Dilakukan Botok dan AMPB usai Hadiri Rapat di DPR 27 Agustus?
Koordinator AMPB Supriyono alias Mas Botok dihadirkan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (27/8/2026).(IDN Times/Amir Faisol)
  • AMPB dihubungi mediator DPR untuk menghadiri rapat paripurna di tengah rencana demonstrasi.
  • Botok dan aktivis AMPB mengikuti rapat paripurna serta audiensi khusus dengan tiga wakil ketua DPR.
  • Botok mendesak pimpinan DPR mundur bila target RUU Perampasan Aset tidak terealisasi, dan Dasco menyatakan siap memenuhi tuntutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (26/8/2026)

Tim mediator DPR menghubungi AMPB pada malam hari untuk hadir dalam rapat paripurna.

sekitar pukul 10.06 WIB

Botok dan kawan-kawan masuk ke ruang rapat paripruna. Mereka duduk di balkon ruang rapat paripurna.

15 Desember 2026

RUU Perampasan Aset ditargetkan diketok dalam rapat paripurna.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Aktivis AMPB menghadiri rapat paripurna DPR dan audiensi khusus, lalu mendesak pimpinan DPR mundur bila target RUU Perampasan Aset tidak terealisasi.
  • Who?
    Supriyono alias Botok, aktivis AMPB, Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Habiburokhman.
  • Where?
    Ruang rapat paripurna DPR dan rapat audiensi khusus yang digelar terpisah.
  • When?
    AMPB dihubungi sejak Rabu (26/8/2026) malam. Botok dan kawan-kawan masuk ke ruang rapat sekitar pukul 10.06 WIB.
  • Why?
    AMPB mendesak agar RUU Perampasan Aset yang ditargetkan diketok pada 15 Desember 2026 tidak melenceng dari target.
  • How?
    Tim mediator DPR menghubungi AMPB, kemudian para aktivis mengikuti rapat paripurna dan audiensi bersama tiga wakil ketua DPR.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Botok dan teman-temannya dari AMPB datang ke rapat DPR. Mereka duduk di balkon lalu ikut audiensi dengan pimpinan DPR. Botok meminta pimpinan DPR mundur kalau RUU Perampasan Aset tidak selesai sesuai target. Dasco bilang tidak khawatir memenuhi tuntutan itu. Mereka juga mendengar laporan tentang pembahasan RUU itu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertemuan AMPB dengan tiga wakil ketua DPR membuka ruang bagi aspirasi mereka untuk disampaikan langsung dalam audiensi khusus. Kehadiran para aktivis di rapat paripurna juga membuat mereka dapat mendengar laporan perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset sebelum menyampaikan desakan kepada pimpinan DPR.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah dihubungi tim mediator DPR sejak Rabu, 26 Agustus 2026 malam, untuk menghadiri rapat paripurna DPR RI, di tengah rencana demonstrasi yang akan mereka gelar hari ini, Kamis (27/8/2026).

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, bersama kawan-kawan masuk ruang rapat paripurna sekitar pukul 10.06 WIB. Mereka terlihat duduk di balkon ruang rapat paripurna.

Rapat saat itu tengah dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Para aktivis AMPB juga mendengar langsung laporan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengenai perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, yang telah disusun sejak naskah akademik (NA) beleid itu.

Setelah itu, perwakilan massa AMPB diterima dalam rapat audiensi khusus yang dihadiri langsung oleh Dasco (Fraksi Gerindra), Saan Mustopa (Fraksi NasDem), dan Cucun Ahmad Syamsurijal (Fraksi PKB). Rapat tersebut digelar terpisah dan dalam waktu bersamaan dengan rapat paripurna hari ini.

Dalam audiensi itu, Botok mendesak pimpinan DPR untuk mengundurkan diri dari jabatannya bila Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, yang ditargetkan diketok dalam rapat paripurna pada 15 Desember 2026 melenceng dari target tersebut.

"Seperti contoh, maaf Pak Dasko, nggih. Beliau mengundurkan... siap mengundurkan diri. Pak Saan Mustopa juga siap mengundurkan diri, dan Pak Cucun juga siap mengundurkan diri jika berita acara tersebut, kesepakat--kesepakatan tersebut tidak terealisasi, gitu," kata Botok.

Sementara itu, Dasco mengaku tidak khawatir memenuhi tuntutan AMPB, termasuk jika harus mengundurkan diri dari jabatannya sekarang.

"Kami tidak ada prasangka, tidak ada kekhawatiran untuk kemudian memenuhi tuntutan teman-teman sekalian. Kalau memang tidak selesai, ya kami mundur dari DPR ini, gak apa-apa," kata Dasco.

Curated For You

Editorial Team

Related Article