Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau Jenis Lava Fontain
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu dini hari (5/9/2026). (Dok. Badan Geologi)
  • Badan Geologi ESDM menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari tergolong Lava Fontain atau lava air mancur dan masih berlangsung saat laporan dibuat.
  • Pengamatan dari Pos GAK Pasauran mencatat dentuman dan gemuruh selama erupsi, sementara CCTV lapangan tidak berfungsi setelah terkena lontaran.
  • Suara dentuman juga terdengar berulang di Bandung, Purwakarta, dan Jakarta, memicu kekhawatiran warganet sepanjang Jumat malam hingga Sabtu dini hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Anak Krakatau meletus dari Jumat malam sampai Sabtu pagi. Badan Geologi bilang lava keluar seperti air mancur. Dari Pos Pasauran terdengar bunyi dentum dan gemuruh. Kamera di tempat melihat gunung mati karena kena lontaran. Orang di Bandung, Purwakarta, dan Jakarta juga dengar bunyi dentum. Sekarang gunung masih terus meletus.Gunung Anak Krakatau meletus dari Jumat malam sampai Sabtu pagi. Badan Geologi bilang lava keluar seperti air mancur. Ada suara dentuman dan gemuruh. Suara itu juga terdengar sampai Bandung, Purwakarta, dan Jakarta. Banyak orang jadi takut dan tidak tidur. Sekarang gunung itu masih terus meletus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut, erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat malam, 4 September 2026 hingga Sabtu dini hari (5/9/2026), termasuk jenis erupsi Lava Fontain atau Lava Air Mancur.

"Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau erupsi menerus, berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga saat laporan ini dibuat. Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai 'Lava Fontain' atau lava air mancur," sebut Badan Geologi dalam keterangan di laman magma.esdm.go.id.

Badan Geologi juga menyatakan berdasarkan pengamatan dari Pos GAK Pasauran, erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini terjadi dentuman dan gemuruh.

"Terdengar dentuman dan gemuruh dari Pos GAK Pasauran-CCTV pengamatan di lapangan OFF terkena lontaran," sebut Badan Geologi.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial suara dentuman yang terdengar di beberapa kota, di antaranya Bandung, Purwakarta, dan Jakarta. Bahkan, suara dentuman sayup-sayup itu terjadi berkali-kali sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 5 September 2026. Warganet sempat khawatir dan mengajak warga lain tidak tidur, karena dentuman terus terdengar hingga subuh.

Curated For You

Editorial Team

Related Article