Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Krakatau Erupsi, Masyarakat Pesisir Diimbau Tak Panik Isu Tsunami

Krakatau Erupsi, Masyarakat Pesisir Diimbau Tak Panik Isu Tsunami
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda (Google Map)
  • Gunung Anak Krakatau berstatus Level III Siaga setelah erupsi 4–5 September 2026; PVMBG melarang aktivitas masyarakat dan wisatawan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
  • BNPB meminta warga pesisir Banten dan Lampung tetap tenang terhadap isu tsunami, sambil mengikuti informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
  • Pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait diminta memperkuat patroli zona bahaya serta menyiapkan jalur evakuasi, titik kumpul, komunikasi, dan kebutuhan dasar warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga) akibat erupsi pada Jumat, 4 September 2026 hingga Sabtu dini hari (5/9/2026).

PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki, agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Masyarakat juga diminta tidak panik isu tsunami dampak erupsi.

"BNPB bersama PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menekankan kewaspadaan perlu berjalan beriringan dengan ketenangan. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terhadap isu tsunami, namun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi," kata Berton dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Berton menjelaskan pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang perlu diketahui masyarakat.

Dalam menghadapi aktivitas erupsi, kata Berton, BNPB menekankan tiga hal utama. Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas sehingga pemerintah daerah bersama unsur terkait perlu memastikan tidak ada masyarakat maupun wisatawan yang berada dalam radius bahaya.

"Pengawasan dan patroli di kawasan tersebut perlu terus diperkuat untuk mencegah masyarakat memasuki zona terlarang," kata dia.

Kedua, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi serta kebutuhan dasar masyarakat siap digunakan apabila terjadi perubahan aktivitas yang membutuhkan langkah evakuasi.

Ketiga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap arahan petugas. Masyarakat tidak perlu mendekati kawasan gunungapi hanya untuk menyaksikan atau mendokumentasikan erupsi.

"Informasi yang belum terverifikasi, termasuk mengenai potensi tsunami, juga sebaiknya tidak disebarluaskan karena dapat menimbulkan kepanikan," kata Berton.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. PVMBG juga akan melakukan evaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu, apabila terdapat perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi.

"Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui Badan Geologi, PVMBG, pemerintah daerah, BNPB, serta kanal resmi kebencanaan lainnya," kata dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More