Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Badan Geologi: Status Gunung Anak Krakatau Kembali Naik Jadi Siaga

3 min read
Badan Geologi: Status Gunung Anak Krakatau Kembali Naik Jadi Siaga
Tangkap layar aktivitas Gunung Anak Krakatau, Sabtu (10/10/2026) pukul 18.28 WIB. (Dok. Badan Geologi).
  • Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada ke Siaga sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, berdasarkan analisis pengamatan visual dan instrumental.
  • Pengamatan September hingga 9 Oktober mencatat asap kawah 5–50 meter, emisi SO2 rendah, anomali panas rendah, serta titik api yang terlihat sejak 6 Oktober.
  • Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah dan diminta memantau informasi resmi PVMBG serta Magma Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Geologi Kementerian ESDM kembali meningkatkan status Gunung Api Anak Krakatau menjadi level III atau siaga terhitung sejak Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Peningkatan status gunung api tersebut ditetapkan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi setelah dilakukan pengamatan terhadap Gunung Anak Krakatau baik secara visual maupun instrumental.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau dinaikan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) terhitung mulai tanggal 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB," ungkap Kepala Badan Geologi, Lana Saria di dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (10/10/2026).

Ia menjelaskan berdasarkan pengamatan sepanjang September hingga 9 Oktober 2026, Gunung Anak Krakatau memperlihatkan kepulan asap kawah bertekanan sedang berwarna putih-hitam dengan tinggi kolom asap antara 5 hingga 50 meter di atas kawah. Selama periode tersebut, cuaca tercatat cerah hingga hujan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke berbagai arah, serta suhu udara berkisar antara 27 derajat hingga 32 derajat celcius.

"Pemantau kondisi kawah melalui Satelit Sentinel periode tanggal 21 September - 9 Oktober 2026 memperlihatkan adanya emisi gas SO2 dalam porsi rendah pada kisaran 71 - 237,5 ton per hari, dan anomali panas dalam tingkat rendah pada kisaran 15 - 25 N pixel. Titik api terlihat sejak 6 Oktober 2026," katanya.

  1. 1. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di wilayah radius 5 kilometer

    IMG_20260923_114420.jpg
    Penampakan dataran baru di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK). (YouTube/Yodistara)

    Lebih lanjut, lantaran hal itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat di Gunung Api Anak Krakatau agar tidak memasuki dan melakukan aktivitas di wilayah radius 5 kilometer dari kawah. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang serta tidak mempercayai isu-isu mengenai erupsi Anak Krakatau dari sumber yang tidak valid.

    "Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," tutur dia.

  2. 2. Warga diminta waspadai potensi bahaya

    IMG-20260909-WA0012.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung).

    Sementara, Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno menyebutkan, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat perlu mewaspadai sejumlah potensi bahaya. Mulai dari lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut maupun air hujan.

    Oleh karenanya, sejumlah potensi bahaya tersebut perlu diantisipasi, terutama dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

    "Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak melakukan aktivitas di kawasan terlarang," kata Suwarno.

  3. 3. Pantau informasi resmi aktivitas gunung api

    IMG-20260908-WA0025.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kantor Pusdalops BPBD Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    Suwarno menambahkan, masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Anak Krakatau melalui situs resmi Badan Geologi di https://geologi.esdm.go.id/pvmbg dan Magma Indonesia di https://magma.esdm.go.id.

    Selain itu, informasi juga dapat diperoleh dengan menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di nomor (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Banten, melalui nomor (0254) 651449 dan 085846324506.

    "PVMBG menyatakan evaluasi tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dilakukan secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status Level III (Siaga) beserta rekomendasinya tetap berlaku hingga laporan evaluasi berikutnya diterbitkan," imbuh Suwarno.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More