Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Melihat Ketinggian Gunung Anak Krakatau yang Terus Tumbuh

Melihat Ketinggian Gunung Anak Krakatau yang Terus Tumbuh
Penampakan Gunung Anak Krakatau pada 2018. (Dok. Badan Geologi)
  • Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat, 4 September 2026, dengan ketinggian kini di bawah 200 meter setelah sempat terkikis dari 338 menjadi 110 meter pada erupsi 2018.
  • Morfologi gunung terus bertumbuh pasca-2018: tingginya mencapai 150 meter pada 2019, 172 meter pada 2020, dan 178 meter pada 2024.
  • Status Gunung Anak Krakatau masih Level III Siaga dengan radius aman 3 kilometer; Badan Geologi menilai dimensinya relatif kecil dan tidak berpotensi memicu tsunami skala keruntuhan besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gunung Anak Krakatau sedang mengalami erupsi yang dimulai pada Jumat (4/9/2026). Gunung tersebut ketinggiannya kini tak lebih dari 200 meter.

Sebab, pada tahun Desember 2018, Gunung Anak Krakatau pernah erupsi yang mengikis ketinggiannya dari 338 meter menjadi 110 meter. Erupsi pada tahun 2018 itu juga mengakibatkan tsunami.

  1. 1. Gunung Anak Krakatau terus tumbuh

    IMG_1138.jpeg
    Kondisi Pelabuhan Bakauheni, Lampung saat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (dok. Muhammad untuk IDN Times)

    Akun X Badan Geologi Kementerian ESDM, menampilkan ilustrasi pertumbuhan morfologi Gunung Anak Krakatau. Gunung tersebut terus tumbuh setelah tahun 2018 erupsi. Pada tahun 2019, ketinggiannya mencapai 150 meter.

    Kemudian tahun 2020, tinggi Gunung Anak Krakatau adalah 172 meter. Pada tahun 2024, tinggi Gunung Anak Krakatau tercatat 178 meter.

  2. 2. Gunung Anak Krakatau masih berstatus siaga

    Melihat Ketinggian Gunung Anak Krakatau yang Terus Tumbuh
    Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, Senin (17/8/2026). (Dok. Magma ESDM).

    Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus level III atau Siaga. Jarak aman lokasi terdekat Gunung Anak Krakatau sekitar 3 kilometer.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) terus memantau kondisi Gunung Anak Krakatau dengan menggunakan berbagai parameter.

  3. 3. Kondisi gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan 2018

    Melihat Ketinggian Gunung Anak Krakatau yang Terus Tumbuh
    Erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (16/8/2026). (Dok. Magma).

    Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali dikaitkan dengan peristiwa tsunami Selat Sunda pada 2018. Namun, Badan Geologi menjelaskan kondisi gunung saat ini berbeda dengan fenomena tersebut.

    Berdasarkan evaluasi Badan Geologi, tubuh Gunung Anak Krakatau yang kembali terbentuk setelah erupsi 22 Desember 2018 lalu, masih pada dimensi yang relatif kecil.

    Dengan kondisi tersebut, Gunung Anak Krakatau saat ini dinilai tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

    Meski demikian, bukan berarti aktivitas gunung sepenuhnya diabaikan. Perkembangan aktivitas vulkanik serta perubahan morfologi atau bentuk tubuh gunung tetap dipantau secara intensif oleh PVMBG.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More