Jakarta, IDN Times - Pemerintah terus memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Sumatera. Salah satunya melalui rehabilitasi SD Negeri 065010 di Jalan Sentosa, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Hingga 14 Oktober 2026, sebanyak 51 sekolah di Sumatera Utara telah selesai direhabilitasi berdasarkan Laporan Kemajuan Fisik (Lapjusik) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Kementerian Dalam Negeri.
Rehabilitasi SD Negeri 065010 menggunakan anggaran Rp1,2 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Perbaikan yang dilaksanakan mulai Mei 2026 tersebut rampung dalam waktu tiga bulan untuk mengembalikan kelayakan fasilitas belajar bagi 75 siswa.
Perbaikan fasilitas tentu membantu siswa dan guru kembali menjalankan kegiatan pendidikan dengan lebih nyaman. Sementara pemerintah melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah lain di wilayah terdampak bencana.
Upaya ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga pada keberlanjutan layanan pendidikan bagi masyarakat. Melalui kerja sama pemerintah pusat, kementerian terkait, dan berbagai pihak, pemulihan fasilitas pendidikan di Sumatera terus dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih layak.
Sekolah ini mengalami kerusakan akibat banjir rob dan tingginya curah hujan pada akhir 2025. Air dan lumpur masuk ke ruang kelas, merusak sejumlah bagian bangunan, serta mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Perbaikan mencakup delapan ruangan, terdiri dari enam ruang kelas, satu ruang guru, serta satu ruang perpustakaan atau laboratorium. Pemerintah memperbaiki plafon yang rusak dan lapuk, memperkuat lantai di empat ruangan yang mengalami kemiringan, serta memperbaiki atau mengganti kusen jendela dan pintu.
Pekerjaan juga meliputi pengecatan ulang dinding dan jeruji jendela, serta perbaikan tiga toilet melalui peninggian lantai, penggantian pintu dan keran air, serta pembaruan plafon. Setelah diperbaiki, ketiga toilet yang sebelumnya hanya satu yang berfungsi dapat kembali digunakan.
Pemulihan turut menyasar lapangan sekolah. Area yang sebelumnya rendah dibongkar dan ditimbun dengan tanah sebelum dipasangi kembali paving block yang masih layak. Pembenahan ini dilakukan agar lapangan tidak mudah tergenang dan dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan siswa.
