Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Ucapkan Selamat Hari Santri 2026

2 min read
Prabowo Ucapkan Selamat Hari Santri 2026
Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat koordinasi nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Selamat Hari Santri Nasional 2026 saat Rakornas TPAKD di Jakarta, sekaligus menegaskan kontribusi santri dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
  • Prabowo mengajak santri menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dengan menekankan bahwa kekompakan santri serta santriwati memperkuat Indonesia.
  • Pemerintah memperkuat dukungan bagi pesantren melalui peningkatan mutu pendidikan, pembinaan santri, pengembangan kelembagaan, serta pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Selamat Hari Santri 2026. Hari Santri diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Oktober. Hal itu Prabowo sampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya ingin menggunakan kesempatan ini juga untuk mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, santri merupakan bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Prabowo mengajak santri untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Santri dan santriwati dan pondok pesantren telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Santri kompak dan hebat, Indonesia semakin kuat," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Prasetyo mengatakan pesantren telah memberikan sumbangsih penting bagi Indonesia sejak masa sebelum kemerdekaan. Selain menjadi pusat pembelajaran agama, pesantren turut berperan dalam membentuk karakter masyarakat dan menanamkan semangat kebangsaan.

Prasetyo mengatakan, peran tersebut terus berlanjut hingga saat ini, seiring dengan perkembangan kebutuhan pendidikan dan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Karena itu, pemerintah memandang dukungan terhadap pesantren perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Penguatan tersebut mencakup peningkatan mutu pendidikan, pembinaan santri, serta pengembangan kelembagaan agar pesantren dapat memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik.

Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan pesantren, pemerintah memperkuat tata kelola dan pelayanan melalui Kementerian Agama (Kemenag). Salah satu langkah yang ditempuh ialah pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.

Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dan pengembangan pesantren di Indonesia. Melalui penguatan kelembagaan, pelayanan kepada pesantren diharapkan semakin terarah dan mampu menjangkau kebutuhan yang beragam.

“Tentunya yang kita harapkan adalah bagaimana seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita bersama, dan pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan serta penguatan yang diperlukan,” kata dia.

Prasetyo menkankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan santri. Pesantren diharapkan menjadi tempat yang tidak hanya memberikan pendidikan keagamaan, tetapi juga memastikan para santri dapat belajar dan bertumbuh dalam suasana yang aman serta bermartabat.

    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

    Related Articles

    See More