Banyak penumpang turun keluar dari mobil karena Tol Jagorawi dari arah Bogor ke Jakarta macet total pada Minggu malam (5/7/2026). (IDNTimes/Rochmanudin)
Prasetyo, anggota komunitas PPC mengalami perjalanan panjang sekitar lima jam dari Cijeruk ke Bekasi Utara, usai berkemah bareng keluarganya. Padahal, ia biasanya menempuh perjalanan cuma dua jam dari Bogor.
Prasetyo bersama enam keluarga lainnya turun dari camping ground di Cijeruk, Kabupaten Bogor, sekitar jam empat sore, untuk mengurangi kemacetan. Kenyataannya malah sebaliknya. Ia bersama komunitas PPC terjebak kemacetan berjam-jam di Tol Jagorawi, hingga mengalami drama kecil.
"Istri saya harus nahan buang air besar pas kena macet," ujar ayah tiga anak itu kepada IDN Times.
Prasetyo heran kemacetan yang ia alami Tol Jagorawi semalam tak seperti biasanya. Kendaraan benar-benar tak bisa bergerak. Khususnya jelang Rest Area KM 38 B dan Rest Area KM 21 B. Kendaraan benar-benar mulai terurai mendekati arah Cibubur.
Tak hanya libur sekolah, hampir setiap akhir pekan atau Minggu sore, selalu terjadi kemacetan di jalur itu. Prasetyo pun heran para pemangku kepentingan seakan tutup mata. Tak ada solusi nyata.
"Cuma gw penasaran deh, kenapa ada momen stuck gak gerak sama sekali? Padahal biasanya gerak-gerak dikit minimal. Tapi yang gak habis pikir kenapa macet di situ selalu terjadi, tapi gak ada solusi," ujar pria yang akrab disapa Tyo.
Drama kecil juga dialami Yuli bersama keluarganya. Akibat kemacetan di Tol Jagorawi, mereka harus menahan buang air. Ia juga menempuh perjalanan sekitar lima jam dari Cijeruk ke Bekasi.
"iya parah, mules banget," ucap ibu tiga anak itu, yang tinggal di Bekasi Selatan.
Senasib, Nana, warga Kota Tangerang, Banten, juga harus mengalami perjalanan lebih lama. Hampir enam jam perjalanan dari Cijeruk, Bogor, ke Tangerang, akibat terjebak kemacetan di Tol Jagorawi. Padahal biasanya dia cuma butuh waktu 1,5 sampai 2 jam melalui Tol Cinere.
"Kata temen gw kemaren naik motor juga Puncak gak gerak, karena libur sekolah kan," ujarnya.
Tak hanya itu, Dimas yang begadang semalam saat camping juga terpaksa bergantian menyetir dengan istrinya. Warga Bekasi Utara itu menyebut ada bus TNI mogok hingga rombongan kendaraan lain ikut berhenti.
"Bus TNI mogok. Jadi rombongan ikut berhenti beberapa bus sama tronton," ujar pengusaha bus itu.
IDN Times sendiri biasanya menempuh perjalanan sekitar satu jam dari kawasan Puncak ke Cibubur, tapi kemarin menempuh selama empat jam, akibat kemacetan di Tol Jagorawi.
Sementara, dari pantauan kami, banyak penumpang turun dari mobil, karena kendaraan benar-benar berhenti. Sebagian pengemudi juga mematikan AC mobil, khawatir kehabisan bahan bakar.
Bersyukurnya, anak-anak kami sudah lelah bermain selama camping, jadi mereka terlelap sepanjang kemacetan. Alhasil, drama-drama kecil di perjalanan sedikit berkurang. Cuma dengkul pegal, karena kaki harus bolak balik injak kopling.
Sebenarnya kami sudah coba antisipasi sebelum kami terjebak macet di Jagorawi. Salah satu anggota PPC ada yang kebetulan pulang lebih dulu, sehingga bisa memantau situasi lalu lintas.
"Ya, kata Dimas (anggota PPC) kan udah gak macet, makanya kita turun," ujar Nana.
Belakangan, komunitas PPC juga memilih kawasan Cijeruk untuk menghindari kemacetan. Berkemah di kawasan Puncak sekarang bisa dihitung jari, kecuali jika terpaksa.
Bagi komunitas PPC, memang tidak banyak pilihan. Camping saat liburan sekolah terdekat dari Jakarta, ya di kawasan Puncak dan sekitarnya. Sesekali memang mereka camping ke daerah yang jauh seperti Pulau Seribu, Anyer, Subang, hingga Bandung. Tak ada kapoknya camping di kawasan Puncak, meski harus bermacet-macetan!