Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BGN Minta Restu Prabowo, Tak Kejar Target 82 Juta Penerima MBG Tahun Ini
Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk pertama kalinya tampil di publik hari ini, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • BGN meminta restu Presiden Prabowo untuk tidak mengejar target 82 juta penerima MBG tahun ini, melainkan fokus pada peningkatan kualitas makanan bergizi.
  • Moratorium pendirian dapur baru SPPG diberlakukan agar perbaikan kualitas distribusi MBG lebih optimal meski berdampak pada pencapaian target penerima.
  • Penyaluran MBG difokuskan bagi kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—serta diarahkan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Juni 2026

Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan dalam konferensi pers di kantor BGN bahwa pihaknya telah meminta restu Presiden Prabowo Subianto untuk tidak mengejar target 82 juta penerima MBG tahun ini. Ia menegaskan fokus diarahkan pada perbaikan kualitas makanan bergizi dan moratorium pendirian dapur MBG baru.

kini

BGN memfokuskan penyaluran MBG kepada kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—serta mengalihkan distribusi dari sekolah elite ke wilayah 3T guna memastikan efektivitas program.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Badan Gizi Nasional memutuskan tidak mengejar target 82 juta penerima program Makan Bergizi Gratis tahun pertama, dan akan memfokuskan pada peningkatan kualitas makanan serta efektivitas penyaluran bantuan.
  • Who?
    Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, bersama Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan restu atas perubahan fokus program tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam konferensi pers di kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta.
  • When?
    Keterangan diberikan pada Kamis, 4 Juni 2026.
  • Why?
    Perubahan fokus dilakukan agar dapur penyedia makanan lebih sehat dan penyaluran gizi tepat sasaran, terutama bagi kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita di wilayah tertinggal.
  • How?
    BGN memberlakukan moratorium pendirian dapur baru, mewajibkan mitra menyalurkan kepada kelompok 3B, serta melakukan refocusing distribusi ke daerah 3T untuk memastikan efektivitas program.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bu Nanik dari Badan Gizi bilang sudah minta izin ke Pak Prabowo supaya tidak kejar angka 82 juta orang yang dapat makanan bergizi. Sekarang mereka mau bikin makanannya lebih sehat dan dapurnya bagus. Makanan ini buat ibu hamil, ibu menyusui, dan anak kecil. Mereka juga mau kirim ke tempat jauh yang susah dijangkau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keputusan BGN untuk memprioritaskan kualitas gizi dibanding mengejar angka penerima menunjukkan komitmen pada efektivitas dan ketepatan sasaran program. Dengan moratorium dapur baru serta fokus pada kelompok 3B dan wilayah 3T, langkah ini menegaskan orientasi kebijakan yang lebih inklusif, memastikan bantuan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan dengan standar gizi yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengatakan, pihaknya telah meminta restu Presiden Prabowo Subianto untuk tidak fokus pada target 82 juta penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini.

BGN akan fokus memperbaiki kualitas untuk memastikan penerima mendapatkan makanan yang bergizi.

“Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi ya,” kata Nanik dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Adapun fokus perbaikan kualitas itu seiring dengan moratorium pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang baru. Moratorium itu akan berdampak pada upaya mencapai target 82 juta penerima MBG.

Selain itu, BGN juga akan mewajibkan mitra SPPG menyalurkan MBG untuk penerima 3B, yaitu ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan bayi usia di bawah lima tahun (balita). Sebab, menurut pakar, MBG paling efektif untuk mendorong pertumbuhan anak usia nol bulan sampai 9 tahun.

“Makanya kemarin kita kan sampai mengeluarkan ancaman, SPPG harus ada 3B, bumil, busui, balita. Kalau gak, kita suspend. Alhamdulillah hasilnya bagus. Dua minggu tuh, kan ini ada 22 juta 3B. Nah itulah kira-kira ya. Pokoknya fokus, biar anggaranya juga fokus ke sana, tercapai,” kata Nanik.

Pihaknya juga akan melakukan refocusing SPPG, di mana penyaluran MBG dialihkan dari siswa-siswa sekolah elite ke penerima di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Sekarang kan semua sekolah dikasih, nah sekarang kita fokuskan adalah ke 3T, dan terutama untuk 3B,” ucap Nanik.

Editorial Team

Related Article