Kuba Dituduh Sebar Ideologi di Sejumlah Universitas AS

- Kemlu AS menuduh Kuba melanjutkan kampanye spionase dan penyebaran ideologi di universitas-universitas AS, memperburuk hubungan kedua negara yang sudah tegang akibat sanksi dan blokade ekonomi.
- Laporan intelijen AS menyebut diplomat Kuba di PBB berperan sebagai agen intelijen, menjadikan misi diplomatik di New York sebagai basis operasi rahasia untuk menginfiltrasi lembaga-lembaga Amerika.
- Dokumen tersebut juga menyoroti pengaruh Kuba di Amerika Latin, dengan Nikaragua dan Venezuela disebut sebagai contoh keberhasilan dukungan politik dan militer Havana dalam memperluas ideologinya.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/7/2026), menuding Kuba melanjutkan kampanye spionase di teritori negaranya. Washington menyebut Havana berusaha mempengaruhi dan menyebarkan ideologinya di berbagai universitas di AS.Â
Dalam 6 bulan terakhir, hubungan AS dan Kuba terus memanas. Sebab, Washington terus memperluas blokade dan sanksi yang menyebabkan negara Karibia itu mengalami krisis energi terburuk.Â
1. Sebut universitas menjadi lahan subur bagi kampanye Kuba

Pernyataan Kemlu AS itu didasarkan pada dokumen berjudul “Cuba, pusat komunisme pada abad ke-21”. Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa universitas adalah target utama rezim Kuba untuk merekrut pemuda dan menyebarkan ideologinya.Â
Dilansir Democrata, rekrutmen pemuda di AS penting untuk meningkatkan pengaruh Kuba. Sebab, pemuda itu yang nantinya akan menduduki jabatan tertentu, memiliki kekuatan, dan punya akses privilese informasi penting AS.Â
“Berdasarkan analisa intelijen AS dan testimoni dari orang yang mundur dari Direktorat Intelijen mengonfirmasi bahwa intelijen Kuba berusaha menginfiltrasi kampus di AS sebagai sebuah prioritas. Target utama mereka adalah mahasiswa berpandangan kiri yang belajar di kampus-kampus elite AS,” terangnya.
2. Diplomat Kuba di PBB disebut sebagai agen intelijen

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa semua diplomat dalam misi Kuba di PBB adalah agen intelijen. Menurutnya, Misi Kuba di PBB, New York dijadikan basis untuk melancarkan operasi intelijen di AS.Â
Dokumen itu juga mengingatkan insiden tahun 2003, ketika AS mengusir 14 diplomat Kuba di Washington dan New York atas partisipasinya dalam aktivitas berbahaya. Belasan diplomat Kuba itu dituding melakukan tindakan yang di luar fungsi jabatannya.Â
AS sudah menuding Kuba melakukan aktivitas spionase dalam hampir 7 dekade lamanya. Havana dituding berusaha menginfiltrasi pejabat eselon di AS, merekrut dan mengajarkan aktivisme di AS untuk mendukung terorisme sayap kiri.Â
3. Kuba sebarkan pengaruhnya di Amerika Latin

Dokumen tersebut mengungkapkan bagaimana Kuba menyebarkan pengaruhnya di Amerika Latin. Dalam laporannya, Nikaragua dan Venezuela menjadi contoh kesuksesan Kuba dalam melancarkan aksinya di Amerika Latin.Â
Dilansir NBC News, rezim Kuba sudah mendukung Revolusi Sandinista di Nikaragua dengan menyediakan senjata, latihan militer, dukungan logistik, dan koordinasi politik dengan Front Nasional Pembebasan Sandinista (FSLN). Alhasil, mereka mampu menggulingkan pemerintahan Anastasio Somoza pada 1979.Â
Sementara itu, Venezuela menjadi contoh modern keberhasilan pengaruh Kuba. Pada 1999, Hugo Chavez terpilih menjadi presiden di Venezuela atas bantuan Kuba dan menjadikannya Kuba sebagai sekutu terdekat Venezuela.Â




















