Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BK DPD Akan Panggil Arya Terkait Kontes Transgender dan Ajudan dari TNI
Ajudan Arya Wedakarna (kanan) dari unsur TNI Angkatan Laut (AL) yang ikut mendampingi hadir di acara Miss Equality 2026. (www.instagram.com/@aryawedakarna)
  • BK DPD RI akan memanggil I Gusti Ngurah Arya Wedakarna terkait kehadirannya di Miss Equality World 2026 di Bangkok.
  • BK juga akan mendalami sosok berseragam TNI yang disebut Arya sebagai ajudan pribadi dari TNI AL.
  • Pemeriksaan akan mencakup tujuan kehadiran, keterlibatan, penggunaan atribut, serta ketentuan yang berlaku bagi Anggota DPD RI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah BK DPD RI memeriksa kehadiran Arya Wedakarna?
Vote Now
Kamis (3/8/2026)

Hasby Yusuf menyatakan BK telah memutuskan pemanggilan terhadap I Gusti Ngurah Arya Wedakarna.

Rabu (2/9/2026)

Arya mengatakan sosok TNI dalam acara tersebut adalah ajudan pribadinya dari TNI AL yang sudah bertugas selama satu tahun.

hari ini

Kehadiran Arya dan sosok TNI dalam acara tersebut mendapat sorotan publik di jejaring media sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah BK DPD RI memeriksa kehadiran Arya Wedakarna?
Vote Now
  • What?
    BK DPD RI memutuskan memanggil I Gusti Ngurah Arya Wedakarna dan mendalami status sosok berseragam TNI dalam acara Miss Equality World 2026.
  • Who?
    BK DPD RI, Ketua BK DPD RI Hasby Yusuf, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, dan sosok yang disebut sebagai ajudan pribadi dari TNI AL.
  • Where?
    Acara Miss Equality World 2026 berlangsung di Bangkok, Thailand.
  • When?
    Hasby menyampaikan keputusan pemanggilan pada Kamis (3/8/2026). Arya memberikan keterangan saat dihubungi pada Rabu (2/9/2026).
  • Why?
    Kehadiran Arya dalam acara tersebut mendapat sorotan dan dinilai secara tidak langsung mempromosikan LGBT.
  • How?
    BK akan melihat tujuan kehadiran, kapasitas, undangan, penyelenggara, keterlibatan, penggunaan atribut atau fasilitas jabatan, serta ketentuan penugasan dan pengamanan pejabat negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah BK DPD RI memeriksa kehadiran Arya Wedakarna?
Vote Now

Arya Wedakarna datang ke acara Miss Equality World 2026 di Bangkok. BK DPD RI mau memanggilnya untuk melihat semua faktanya. Ada juga orang berseragam TNI yang disebut ajudan Arya. Arya bilang ajudannya dari TNI AL dan sudah bekerja dengannya satu tahun. Sekarang BK masih akan memeriksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah BK DPD RI memeriksa kehadiran Arya Wedakarna?
Vote Now

Rencana pemanggilan memberi ruang bagi BK DPD RI untuk melihat fakta kehadiran Arya secara utuh, termasuk tujuan, undangan, penyelenggara, keterlibatan, dan penggunaan atribut atau fasilitas jabatan. Pemeriksaan juga mengacu pada ketentuan penugasan dan pengamanan pejabat negara serta kode etik yang berlaku.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah BK DPD RI memeriksa kehadiran Arya Wedakarna?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Badan Kehormatan (BK) DPD RI akan memanggil Senator Asal Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna terkait kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 yang secara tidak langsung mempromosikan LGBT di Bangkok, Thailand. Selain itu, BK DPD juga akan mendalami sosok berseragam TNI dalam acara itu yang diakuinya sebagai ajudan pribadi.

Ketua BK DPD RI Hasby Yusuf mengatakan, status sebagai Anggota DPD RI tetap melekat pada diri seseorang. Ini sekaligus menjawab pernyataan Arya di media bahwa kehadirannya dalam acara tersebut bukan dalam kapasitas mewakili DPD RI, melainkan sebagai pribadi serta tokoh budaya, pariwisata, dan Hindu Bali.

"BK telah memutuskan pemanggilan atas I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Anggota DPD RI dalam kasus ini," kata Hasby kepada wartawan, Kamis (3/8/2026).

Hasby menyatakan, BK DPD RI akan melihat fakta secara utuh, antara lain mengenai tujuan kehadiran, kapasitas yang bersangkutan, undangan dan penyelenggara kegiatan, bentuk keterlibatan dalam acara, penggunaan atribut atau fasilitas yang berkaitan dengan jabatan, serta keterkaitan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan tugas sebagai Anggota DPD RI.

Sementara itu, mengenai status ajudan pribadi Arya yang berlatarbelakang TNI, Hasby menegaskan, BK DPD tetap akan mengacu terhadap ketentuan penugasan maupun pengamanan pejabat negara, baik dalam UU MD3, UU No.3 Tahun 2025 tentang TNI, UU No.9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, dan Peraturan DPD RI No. 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib.

BK menekankan, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya tindakan yang bertentangan dengan Kode Etik, kepatutan, kehormatan jabatan, atau ketentuan lain yang berlaku bagi Anggota DPD RI, Badan Kehormatan akan mengambil langkah sesuai kewenangannya.

"Prinsip BK sederhana: tidak mencari-cari kesalahan Anggota, tetapi juga tidak menutup mata terhadap persoalan yang menyangkut kehormatan lembagg," kata dia.

"Setiap Anggota memiliki hak untuk beraktivitas sebagai warga negara, tetapi kebebasan tersebut tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab etik sebagai pejabat publik," imbuh dia.

Diketahui, kehadiran Arya dan prajurit TNI dalam acara tersebut mendapat sorotan dari publik di jejaring media sosial. Menurut Arya, sosok TNI tersebut merupakan ajudan pribadi yang berasal dari TNI AL. Sosok TNI tersebut telah bertugas sebagai ajudan pribadinya sejak setahun yang lalu.

"Itu ajudan saya itu sudah satu tahun sama saya. Kemudian sudah bertugas. Memang dari TNI AL. Dan memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi, lagi rawan ya. Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar," kata Arya kepada wartawan, saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas, kepada Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, mengatakan pihaknya di internal TNI sedang mendalami hal ini untuk memastikan identitas personel TNI yang menjadi ajudan Arya, serta status penugasannya

"Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yg di luar itu tentu akan dievalusi," ujarnya, Kamis (3/8/2026).


Sampaikan pandanganmu soal pemanggilan Arya Wedakarna

Perlukah BK DPD RI memeriksa kehadiran Arya Wedakarna?

See More
Perlu, sesuai kewenangan BK
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu, itu aktivitas pribadi

Curated For You

Editorial Team

Related Article