Jakarta, IDN Times - Badan Kehormatan (BK) DPD RI akan memanggil Senator Asal Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna terkait kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 yang secara tidak langsung mempromosikan LGBT di Bangkok, Thailand. Selain itu, BK DPD juga akan mendalami sosok berseragam TNI dalam acara itu yang diakuinya sebagai ajudan pribadi.
Ketua BK DPD RI Hasby Yusuf mengatakan, status sebagai Anggota DPD RI tetap melekat pada diri seseorang. Ini sekaligus menjawab pernyataan Arya di media bahwa kehadirannya dalam acara tersebut bukan dalam kapasitas mewakili DPD RI, melainkan sebagai pribadi serta tokoh budaya, pariwisata, dan Hindu Bali.
"BK telah memutuskan pemanggilan atas I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Anggota DPD RI dalam kasus ini," kata Hasby kepada wartawan, Kamis (3/8/2026).
Hasby menyatakan, BK DPD RI akan melihat fakta secara utuh, antara lain mengenai tujuan kehadiran, kapasitas yang bersangkutan, undangan dan penyelenggara kegiatan, bentuk keterlibatan dalam acara, penggunaan atribut atau fasilitas yang berkaitan dengan jabatan, serta keterkaitan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan tugas sebagai Anggota DPD RI.
Sementara itu, mengenai status ajudan pribadi Arya yang berlatarbelakang TNI, Hasby menegaskan, BK DPD tetap akan mengacu terhadap ketentuan penugasan maupun pengamanan pejabat negara, baik dalam UU MD3, UU No.3 Tahun 2025 tentang TNI, UU No.9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, dan Peraturan DPD RI No. 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib.
BK menekankan, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya tindakan yang bertentangan dengan Kode Etik, kepatutan, kehormatan jabatan, atau ketentuan lain yang berlaku bagi Anggota DPD RI, Badan Kehormatan akan mengambil langkah sesuai kewenangannya.
"Prinsip BK sederhana: tidak mencari-cari kesalahan Anggota, tetapi juga tidak menutup mata terhadap persoalan yang menyangkut kehormatan lembagg," kata dia.
"Setiap Anggota memiliki hak untuk beraktivitas sebagai warga negara, tetapi kebebasan tersebut tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab etik sebagai pejabat publik," imbuh dia.
Diketahui, kehadiran Arya dan prajurit TNI dalam acara tersebut mendapat sorotan dari publik di jejaring media sosial. Menurut Arya, sosok TNI tersebut merupakan ajudan pribadi yang berasal dari TNI AL. Sosok TNI tersebut telah bertugas sebagai ajudan pribadinya sejak setahun yang lalu.
"Itu ajudan saya itu sudah satu tahun sama saya. Kemudian sudah bertugas. Memang dari TNI AL. Dan memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi, lagi rawan ya. Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar," kata Arya kepada wartawan, saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas, kepada Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, mengatakan pihaknya di internal TNI sedang mendalami hal ini untuk memastikan identitas personel TNI yang menjadi ajudan Arya, serta status penugasannya
"Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yg di luar itu tentu akan dievalusi," ujarnya, Kamis (3/8/2026).
