Prabowo Mau Tingkatkan Perdagangan Indonesia-Rusia 2 Kali Lipat

- Prabowo menargetkan nilai perdagangan Indonesia dan Rusia meningkat hingga dua kali lipat pada periode awal pelaksanaan FTA Indonesia-EAEU.
- Nilai perdagangan bilateral pada 2025 hampir mencapai US$5 miliar, meningkat 21,7 persen dari 2024 dan 33,7 persen dari 2023.
- Prabowo mengusulkan jalur pelayaran dan penerbangan langsung untuk mendukung hubungan perdagangan Indonesia-Rusia.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menargetkan peningkatan signifikan dalam hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia. Prabowo bahkan mengusulkan agar nilai perdagangan kedua negara dapat dilipatgandakan pada periode awal pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU).
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Di hadapan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan peserta forum, Prabowo menilai hubungan dagang Indonesia-Rusia memiliki potensi yang jauh lebih besar dibandingkan capaian saat ini.
Prabowo mengatakan nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia pada 2025 hampir mencapai lima miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut disebutnya mengalami pertumbuhan cukup kuat dibandingkan dua tahun sebelumnya.
1. Perdagangan Indonesia-Rusia tumbuh signifikan

Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato kunci di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok pada 2026. (Dokumentasi Biro Pers Istana) Prabowo menyebut perdagangan bilateral Indonesia-Rusia pada 2025 mencapai hampir lima miliar dolar AS. Nilai tersebut meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan tumbuh 33,7 persen jika dibandingkan dengan 2023.
Menurut Prabowo, pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya momentum positif dalam hubungan ekonomi kedua negara. Namun, dia menilai capaian tersebut belum mencerminkan seluruh potensi perdagangan yang dapat dikembangkan Indonesia dan Rusia.
Karena itu, Prabowo mengusulkan target yang lebih ambisius. Dia ingin perdagangan kedua negara dapat meningkat hingga dua kali lipat pada periode awal implementasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU.
Target tersebut akan membutuhkan peningkatan akses pasar dan perluasan jenis produk yang diperdagangkan. Indonesia tidak hanya dapat mengandalkan komoditas yang selama ini menjadi bagian dari hubungan dagang, tetapi juga perlu memperluas kerja sama ke berbagai sektor bernilai tambah.
2. FTA RI-EAEU buka akses ribuan pos tarif

Presiden Prabowo Subianto (kiri) ketika berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum mengikuti jamuan makan siang di Vladivostok pada September 2026. (Dokumentasi Biro Pers Istana) Salah satu instrumen yang diharapkan mendorong peningkatan perdagangan adalah Indonesia-EAEU Free Trade Agreement atau FTA. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut perjanjian tersebut sebagai langkah penting untuk memperluas akses pasar antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU.
Prabowo mengatakan kesepakatan tersebut mencakup pengurangan atau penghapusan tarif untuk 11.882 pos tarif. Cakupan itu disebut mencakup lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.
Dengan semakin banyaknya produk yang memperoleh akses tarif lebih baik, pelaku usaha Indonesia dan Rusia diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan transaksi lintas negara. Bagi Indonesia, akses pasar tersebut juga dapat membuka peluang bagi produk nasional untuk memasuki kawasan Eurasia.
Prabowo mengatakan Indonesia telah menyelesaikan proses persetujuan di parlemen dan menandatangani peraturan presiden yang meratifikasi perjanjian tersebut pada Juli 2026.
Dia memperkirakan FTA tersebut dapat mulai berlaku pada awal 2027. Momentum tersebut kemudian diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan perdagangan bilateral secara lebih agresif.
3. Prabowo dorong konektivitas langsung

Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato kunci di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok pada 2026. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden) Selain membuka akses melalui FTA, Prabowo menilai hubungan perdagangan tidak akan optimal tanpa konektivitas logistik dan manusia yang lebih baik. Karena itu, dia juga mendorong penguatan konektivitas langsung antara Indonesia dan Rusia.
Dalam pidatonya, Prabowo mengusulkan adanya jalur pelayaran langsung antara Vladivostok dan Indonesia. Dia juga menyinggung pentingnya penerbangan langsung untuk memperkuat hubungan kedua negara.
"Kapal mengangkut barang, pesawat menggerakkan persahabatan," ujar Prabowo.
Menurut dia, konektivitas langsung dapat membantu mengurangi hambatan dalam perdagangan sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat. Jalur transportasi yang lebih efisien juga dapat membuat hubungan ekonomi tidak hanya bergantung pada perantara atau jalur perdagangan yang lebih panjang.
Dorongan tersebut menjadi bagian dari visi Prabowo untuk meningkatkan hubungan Indonesia-Rusia secara lebih luas. Target penggandaan perdagangan, menurut dia, perlu ditopang dengan kebijakan perdagangan, akses pasar, investasi, serta konektivitas.
Jika FTA Indonesia-EAEU mulai berlaku sesuai target, periode awal implementasinya akan menjadi ujian bagi kedua pihak untuk melihat seberapa jauh pengurangan hambatan tarif mampu diterjemahkan menjadi peningkatan perdagangan nyata. Bagi Indonesia, tantangannya bukan hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga memastikan pelaku usaha nasional mampu memanfaatkan akses pasar yang semakin terbuka.
















