Jakarta, IDN Times - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) mendorong penyediaan ruang aman agar remaja berani bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Berdasarkan data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sebanyak 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.
“Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Maka di sinilah Kemendukbangga/BKKBN membuat program untuk memberikan ruang aman bagi para remaja, antara lain PIK-R dan Genre,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam kegiatan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia di Jakarta, dikutip Sabtu (31/10/2026).
