Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BKKBN Ajak Remaja Berani Cerita soal Kesehatan Mental
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji dalam Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana Nasional 2026, di Jakarta Timur, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/ Umi Jari Widayah)
  • Kemendukbangga/BKKBN mendorong ruang aman agar remaja berani bercerita tentang masalah kesehatan mental.

  • PIK-R, Genre, keluarga, sekolah, komunitas, dan ruang digital didorong menjadi lingkungan yang suportif.

  • BKKBN menandatangani kerja sama untuk mendukung layanan kesehatan jiwa remaja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2022

Data I-NAMHS menunjukkan 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.

31/10/2026

Wihaji menyampaikan dorongan penyediaan ruang aman bagi remaja dalam kegiatan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia di Jakarta. Kemendukbangga/BKKBN juga menandatangani kerja sama tentang dukungan layanan kesehatan jiwa remaja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemendukbangga/BKKBN mendorong penyediaan ruang aman agar remaja berani bercerita tentang masalah kesehatan mental.
  • Who?
    Kemendukbangga/BKKBN, Wihaji, UNICEF Indonesia, remaja, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Remaja.
  • Where?
    Kegiatan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia berlangsung di Jakarta.
  • When?
    Data yang disampaikan berasal dari I-NAMHS 2022. Pernyataan Wihaji dikutip Sabtu (31/10/2026).
  • Why?
    Sebanyak 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, sehingga ruang aman perlu disediakan.
  • How?
    Melalui PIK-R, Genre, Akademi Keluarga, dukungan lingkungan bebas stigma, serta kerja sama layanan kesehatan jiwa remaja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BKKBN mengajak remaja bercerita kalau sedang punya masalah kesehatan mental. Wihaji bilang remaja bisa berbagi di PIK-R, Genre, dan Akademi Keluarga. Keluarga, sekolah, teman, serta ruang digital juga diminta membuat tempat yang aman. Sekarang BKKBN bekerja sama dengan dokter untuk mendukung layanan kesehatan jiwa remaja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyediaan ruang aman melalui PIK-R, Genre, keluarga, sekolah, komunitas, dan lingkungan digital memberi remaja lebih banyak tempat untuk berbagi pengalaman. Kerja sama BKKBN dengan organisasi profesi juga memperkuat dukungan layanan kesehatan jiwa remaja, sementara konselor sebaya ikut mendapat apresiasi atas edukasi kesehatan mental.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) mendorong penyediaan ruang aman agar remaja berani bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Berdasarkan data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sebanyak 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.

“Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Maka di sinilah Kemendukbangga/BKKBN membuat program untuk memberikan ruang aman bagi para remaja, antara lain PIK-R dan Genre,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam kegiatan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia di Jakarta, dikutip Sabtu (31/10/2026).

1. Remaja didorong berani bercerita

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyebut Jogja adalah daerah dengan tingkat gangguan kesehatan mental tertinggi se-Indonesia. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Wihaji mengajak remaja untuk tidak memendam masalah yang dialami sehari-hari. Melalui kegiatan bertajuk “Pengalaman Hidup yang Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata,” BKKBN menyediakan ruang bagi remaja untuk menyampaikan pengalaman mereka.

BKKBN juga mendorong remaja bergabung dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Forum Generasi Berencana (Genre) agar dapat berbagi cerita dengan teman sebaya.

“Untuk itu, ayo para remaja ajak teman-teman sekalian gabung di PIK-R, di Genre, gabung di Akademi Keluarga. Itulah tempat remaja sebaya bisa bercerita,” kata Wihaji.

2. Keluarga dan sekolah diminta menyediakan ruang aman

Para pelajar di SD Negeri 047174, di Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar di saat Gunung Sinabung berada di level III atau siaga, Rabu (2/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Officer In Charge Representative UNICEF Indonesia, Jean Nsonjiba Lokenga, menilai lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, dan ruang digital perlu mendukung kesehatan mental remaja. Lingkungan tersebut diharapkan bebas dari stigma, perundungan, dan kekerasan.

“Kita harus memastikan bahwa keluarga, sekolah, komunitas, dan lingkungan digital menyediakan ruang aman dan suportif bagi kaum muda, bebas dari stigma, bullying, dan kekerasan,” ujar Lokenga.

3. BKKBN gandeng organisasi profesi

Manfaat Membaca Buku bagi Pelajar: Membentuk Pola Pikir Kritis dan Empati Mendalam(https://sorotnesia.com/)

Dalam kegiatan tersebut, Direktorat Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga/BKKBN menandatangani perjanjian kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Remaja tentang dukungan layanan kesehatan jiwa remaja.

Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia itu juga diisi dengan diskusi kesehatan mental, pengukuhan Pengurus Nasional Forum Genre Indonesia, dan pemberian apresiasi edukasi kesehatan mental oleh konselor sebaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article