Populasi Lansia Naik, BKKBN Perkuat Ketahanan Keluarga

- BKKBN menyiapkan strategi menghadapi proyeksi bertambahnya penduduk berusia 65 tahun ke atas di Indonesia.
- Strategi mencakup pengelolaan kuantitas penduduk, penguatan kualitas penduduk, dan ketahanan keluarga.
- Program BKKBN juga mencakup pencegahan perkawinan anak, layanan keluarga, serta bantuan bagi keluarga berisiko stunting.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menyiapkan strategi menghadapi perubahan struktur penduduk Indonesia, ketika populasi usia 65 tahun ke atas diproyeksikan bertambah, sementara kelompok usia produktif dan anak-anak berkurang.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, dikutip Kamis (17/9/2026).
“Peran strategis program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) dalam menghadapi perubahan struktur penduduk adalah dengan menjaga keseimbangan struktur lewat pengelolaan kuantitas penduduk, serta memperkuat kualitas penduduk dan ketahanan keluarga,” ujar dia.
1. Cegah perkawinan anak

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji di MAN 1 Yogyakarta, Kamis (25/6/2026). (IDN Times/Tunggul Damarjati) Wihaji menyebut, pengelolaan kuantitas penduduk dilakukan melalui pendewasaan usia perkawinan dan pencegahan perkawinan anak.
Pemerintah juga memperkuat keluarga berencana dan kesehatan ibu-anak, termasuk penggunaan kontrasepsi jangka panjang.
2. Perkuat keluarga hingga lansia

Menteri Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji. (IDN Times/Teri). Kemendukbangga/BKKBN menjalankan sejumlah program, mulai dari Bina Keluarga Balita, TAMASYA, hingga UPPKA. Untuk remaja dan lansia, terdapat Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Akademi Keluarga Indonesia, serta Lansia Berdaya (SIDAYA).
3. Percepat penurunan stunting

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji di MAN 1 Yogyakarta, Kamis (25/6/2026). (IDN Times/Tunggul Damarjati) Kemendukbangga/BKKBN juga menjalankan GENTING dan DASHAT. Berdasarkan rekapitulasi data seluruh provinsi per 3 September 2026, dia mengklaim sekitar 1 juta keluarga berisiko stunting telah menerima bantuan program GENTING.
















