Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi dua gempa bumi susulan (aftershock) setelah gempa tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, hasil pemantauan hingga pukul 07.11 WIB menunjukkan aktivitas kegempaan masih berlangsung, dengan munculnya dua gempa susulan berkekuatan cukup signifikan.
"Hingga pukul 07.11 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempabumi susulan atau aftershock, dengan magnitudo sebesar 6,7 dan 5,9," kata Teuku dalam konferensi pers.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa dan potensi dampak yang ditimbulkan. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.
Teuku mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh informasi terkait perkembangan gempa dan potensi tsunami, hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG yang telah terverifikasi.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarluaskan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, yaitu di Instagram/Twitter @infoBMKG, website bmkg.go.id, atau melalui mobile apps Info BMKG," ujarnya.
BMKG menyatakan akan terus memperbarui informasi terkait gempa magnitudo 7,7 di Mindanao, dan potensi tsunami berdasarkan hasil pemantauan terkini.
