Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi 29 Detik
Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. (Dok. Eghie Febriansyah).
  • BMKG merekam erupsi Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, berdurasi 29 detik dengan amplitudo maksimum 19 milimeter.
  • BMKG tidak menemukan anomali seismograf dan kenaikan muka air laut signifikan hingga 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, sambil melanjutkan pemantauan real-time.
  • Sebaran abu vulkanik memicu penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta hingga Minggu pukul 09.30 WIB, berdampak pada 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Anak Krakatau meletus lagi selama 29 detik. BMKG melihat gunung itu terus. Tidak ada air laut yang naik banyak. Abu dari gunung membuat Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup. Banyak pesawat dan penumpang kena dampaknya. Sekarang BMKG dan orang bandara masih melihat keadaan gunung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), setelah erupsi yang berdampak pada operasional penerbangan di sekitar Jakarta dan kota-kota di sekitarnya (Jabodetabek).

Berdasarkan pemantauan terbaru BMKG yang diunggah di akun Instagram @infobmkg, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terekam di stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan durasi sekitar 29 detik.

Namun, BMKG menyebut tidak menemukan adanya anomali pada rekaman seismograf di sekitar waktu kejadian. Selain aktivitas kegempaan, BMKG juga memantau kondisi muka air laut di sekitar wilayah terdampak.

Hingga 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, tidak terdeteksi adanya kenaikan muka air laut yang signifikan, akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sementara, erupsi Gunung Anak Krakatau turut berdampak terhadap penerbangan. Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup sementara, setelah hasil paper test menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara. Penutupan kemudian diperpanjang hingga Minggu pukul 09.30 WIB.

Ditjen Perhubungan Udara mencatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak selama periode penutupan, dengan total 22.798 penumpang. Otoritas penerbangan terus berkoordinasi dengan BMKG, operator maskapai, pengelola bandara, dan layanan navigasi penerbangan untuk menyesuaikan operasional berdasarkan kondisi terbaru. Sebanyak 33 penerbangan internasional maupun lokal terdampak.

BMKG menyatakan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilakukan secara real-time dan akan terus dikoordinasikan dengan pihak terkait. Masyarakat juga diminta tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article