Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Timur (Kaltim) dan IKN.
OMC ini digelar bersama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai upaya penanggulangan defisit air di Waduk Sepaku dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengungkapkan sebaran asap karhutla umumnya bergerak ke arah barat laut menuju timur laut hingga melewati batas administratif dengan Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia.
Sementara itu, data per 20 Agustus 2026 menunjukkan wilayah Kaltim pada umumnya mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori Sangat Pendek hingga Panjang dengan durasi terpanjang di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser, selama 28 hari berturut-turut.
"Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya," kata Budi dalam keterangan resmi.
