Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG: Angin Bawa Asap Karhutla Hingga ke Negara Tetangga

BMKG: Angin Bawa Asap Karhutla Hingga ke Negara Tetangga
Karhutla di Desa Pengalaman Kec Marapura Barat Kabupaten Banjar, Jumat (21/8/2026). Foto KLHK
  • BMKG menyebut asap karhutla dari Kalimantan berpotensi mencapai negara tetangga karena terbawa pergerakan angin.
  • BNPB meminta negara-negara menangani dampak asap lintas batas bersama tanpa saling menyalahkan atau memperdebatkan sumber asap secara spekulatif.
  • Pemerintah mengerahkan 52 pesawat di enam provinsi prioritas, dengan 30 pesawat di Kalimantan dan 22 pesawat di Sumatra.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setuju penanganan asap karhutla dilakukan bersama negara lain?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan berpotensi terbawa hingga ke negara tetangga. Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh pergerakan angin.

"(Asap karhutla sampai ke negara tetangga) karena terbawa angin," kata Ardhasena dalam keterangannya, Senin (24/68/2026).

  1. 1. Karhutla dapat bergerak mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi.

    IMG_2682.jpeg
    Menhut meninjau lokasi karhutla di Kubu Raya. (IDN Times/Adpim).

    Menurut dia, asap karhutla dapat bergerak mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi. Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah Indonesia berpotensi mencapai kawasan negara lain. Kini, dijelaskan Ardhasena, langkah penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    "Ini dikoordinasikan oleh BNPB," katanya.

  2. 2. Minta negara tetangga tak saling menyalahkan

    Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu
    Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8), selepas memimpin rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak. (Sekretariat Kabinet)

    Sementara itu, BNPB meminta agar negara-negara tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla di Kalimantan. Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB, Berton Pandjaitan, mengatakan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara spekulatif.

    "Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

    Berton mengatakan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap kemungkinan dampak asap lintas batas. Pemerintah, menurut dia, telah mengerahkan sumber daya besar untuk mengendalikan karhutla.

    "Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," kata Berton.

    Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli dan pemadaman udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca, hingga penguatan personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

  3. 3. Pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi karhutla di enam provinsi prioritas

    Tim Manggala Agni Daops Sumatra XV/Muba saat mencari sumber air untuk pemadaman karhutla di Muara Medak.
    Tim Manggala Agni Daops Sumatra XV/Muba saat mencari sumber air untuk pemadaman karhutla di Muara Medak. (Dok. Manggala Agni)

    Berton menyebut pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 30 pesawat beroperasi di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatra. Pemerintah juga menambah kekuatan TNI AU untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

    "Jadi, fokus kami saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ujar Berton.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More