Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan RI

4 min read
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan RI
Informasi gelombang tinggi perairan Indonesia. (Dok. BMKG)
  • BMKG memperingatkan gelombang laut hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada 7–10 Oktober 2026, dipicu pola angin yang menguat.

  • Gelombang 2,5–4 meter berpeluang melanda perairan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung serta selatan Banten, Jawa Tengah, DIY, Bali, dan NTB.

  • BMKG mengimbau warga pesisir dan pelaku pelayaran, terutama nelayan, agar waspada karena kombinasi angin kencang dan gelombang tinggi berisiko bagi keselamatan pelayaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 7-10 Oktober 2026.

Menurut laman resmi BMKG, pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya, dengan kecepatan 7-20 knot. Di sisi selatan ekuator Indonesia, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

Kecepatan tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga selatan Banten. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang tinggi.

  1. 1. Wilayah perairan Jawa dan Bali yang berpotensi terdampak gelombang tinggi

    BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan RI
    gambar gelombang tinggi (unsplash.com/Matt Paul Catalano)

    BMKG juga melaporkan sejumlah wilayah perairan Pulau Jawa yang diprediksi terdampak gelombang tinggi.

    Secara geofisika, gelombang setinggi 1.25- 2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTT, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua.

    Sementara itu, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50 l-4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB.

    Lebih spesifik, pola angin di wilayah Jakarta dan Jawa Barat bagian utara umumnya bergerak dari timur laut-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-20 knot.

    Sedangkan, di wilayah Jawa Barat bagian selatan umumnya bergerak dari timur- tenggara, dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.

    Kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot diprediksi terjadi di Perairan Cirebon, Perairan Sukabumi dan Perairan Cianjur. Sedangkan, kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot diprediksi terjadi di Perairan Garut.

    Bergeser ke perairan utara Tangerang, pola angin dari arah tenggara-barat daya dengan kecepatan 5–15 knot, kemudian untuk wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan utara Serang dari arah Tenggara- barat daya dengan kecepatan 5-20 knot.

    Sementara di wilayah Selat Sunda barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang dan perairan selatan Lebak dari arah timur- selatan dengan kecepatan 10-25 knot.

    Lebih lanjut, pola angin di wilayah perairan Kepulauan Karimun Jawa bagian barat, perairan Kepulauan Karimun Jawa bagian timur, perairan Pekalongan-Kendal, perairan Semarang-Demak, perairan Jepara, perairan Pati-Rembang umumnya dari timur laut-tenggara dengan kecepatan 2-15 knot.

    Beralih ke pola angin permukaan di perairan utara dan selatan Bali umumnya bertiup dari arah timur-selatan dengan kecepatan berkisar antara 2-25 knot. Perairan yang diprediksi terdampak gelombang tinggi pada Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Pulau Bali.

  2. 2. Wilayah perairan Sumatra yang berpotensi terdampak gelombang tinggi

    BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan RI
    Gelombang tinggi menghantam pesisir, masyarakat diimbau waspada saat melakukan perjalanan laut selama periode Nataru. (Dok. Pribadi)

    Sejumlah wilayah perairan Sumatra juga diprediksi terdampak gelombang tinggi.

    Angin wilayah perairan Sumatra Barat diprediksi bertiup dari tenggara-selatan dengan kecepatan 5-20 knots. Secara umum prediksi kondisi cuaca di perairan Sumbar dalam kategori hujan ringan hingga sedang.

    Kategori gelombang tinggi diprediksi terdjadi pada perairan timur Pagai, perairan barat Siberut, perairan barat Sipora, dan perairan barat Pagai.

    Kondisi angin di wilayah Provinsi Bengkulu pada umumnya berembus dari arah timur laut-barat dengan kecepatan berkisar antara 2-25 knots atau 4-50 km/jam. Kecepatan angin permukaan yang cukup kuat dapat meningkatkan potensi tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Bengkulu.

    Kategori gelombang tinggi diprediksi terjadi pada perairan Bengkulu bagian utara, perairan Bengkulu, perairan Bengkulu bagian selatan, dan perairan Pulau Enggano, serta Samudra Hindia barat Bengkulu.

    Bergeser ke pola angin di wilayah Perairan Lampung pada umumnya bergerak dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan angin berkisar antara 2 - 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Lampung, Selat Sunda selatan Lampung, Teluk Lampung bagian selatan dan utara.

    Sedangkan wilayah perairan Indoneisa lainnya seperti perairan di D.I. Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Papua Barat, dan NTT diprediksi mengalami gelombang kategori sedang.

  3. 3. BMKG imbau masyarakat selalu waspada, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir

    BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan RI
    Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa)

    Dalam pernyataan yang sama, diketahui bahwa potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

    Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

    Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, juga diharapkan tetap selalu waspada.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More