Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Tetapkan Jakarta Status Awas Kekeringan hingga 20 September
BMKG keluarkan peringatan waspada / (tangkapan layar@BMKG)
  • BMKG menetapkan seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta berstatus Awas kekeringan meteorologis pada 11-20 September 2026, berdasarkan pemutakhiran data per 10 September.
  • Status Awas merupakan kategori tertinggi peringatan kekeringan BMKG; sejumlah daerah di Jawa dan Kalimantan, termasuk Sleman, Yogyakarta, Kayong Utara, dan Ketapang, juga masuk kategori ini.
  • Pemprov DKI mengantisipasi ancaman El Nino hingga Januari 2027 dengan 29 tangki air; Kalibaru dan Semper dilaporkan telah mengalami kekeringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
10 September 2026

Pemutakhiran BMKG menempatkan seluruh wilayah administrasi Jakarta dalam kategori Awas kekeringan meteorologis.

Dasarian II September 2026

BMKG menetapkan DK Jakarta berstatus Awas kekeringan meteorologis.

11-20 September 2026

Peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Jakarta berlaku.

hingga Januari 2027

BMKG memprediksi ancaman El Nino masih berlangsung. Pemprov DKI Jakarta menginstruksikan BPBD melakukan langkah antisipasi kekeringan.

saat ini

Kelurahan Kalibaru dan Semper telah mengalami kekeringan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG menetapkan seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta berstatus Awas kekeringan meteorologis, kategori tertinggi peringatan dini kekeringan.
  • Who?
    BMKG, Pemprov DKI Jakarta, BPBD, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta warga di Kelurahan Kalibaru dan Semper terlibat dalam situasi ini.
  • Where?
    Status Awas berlaku di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Kekeringan telah dilaporkan di Kelurahan Kalibaru dan Semper.
  • When?
    Peringatan dini berlaku pada 11–20 September 2026, berdasarkan pemutakhiran BMKG per 10 September 2026.
  • Why?
    Ancaman El Nino diprediksi masih berlangsung hingga Januari 2027, sehingga meningkatkan potensi kekeringan meteorologis dan kekurangan air di Jakarta.
  • How?
    Pemprov DKI Jakarta menginstruksikan BPBD melakukan antisipasi dan menyiapkan 29 tangki air dari sepuluh instansi atau lembaga untuk menangani kekurangan air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG bilang Jakarta sangat awas karena bisa kekeringan sampai 20 September 2026. Semua bagian Jakarta masuk tanda merah. Kalibaru dan Semper sudah kekurangan air. Pak Pramono Anung bilang El Nino mungkin ada sampai Januari 2027. Pemerintah Jakarta menyiapkan 29 tangki air supaya warga tidak kekurangan air dan mencegah kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan DKI Jakarta berstatus Awas kekeringan meteorologis pada Dasarian II September 2026. Peringatan dini tersebut berlaku pada 11-20 September 2026.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG per 10 September 2026, seluruh wilayah administrasi Jakarta masuk dalam kategori Awas. Lima wilayah tersebut yakni Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.

1. Jakarta sampai Kalimantan masih status awas

Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom.

Status Awas merupakan kategori tertinggi dalam peringatan dini kekeringan meteorologis yang dikeluarkan BMKG. Dalam peta peringatan, kategori Awas ditandai dengan warna merah seperti Sumatera, Banten, Jawa Tengah.

Selain Jakarta, BMKG mencatat sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Kalimantan juga berada dalam kategori Awas. Di antaranya Sleman, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, Kayong Utara, dan Ketapang.

2. Ancaman El Nino masih berlangsung hingga Januari 2027

Infografis puncak El Nino ancam karhutla di Indonesia. (IDN Times/Rohman)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan berdasarkan prediksi BMKG, ancaman El Nino masih berlangsung hingga Januari 2027. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan BPBD untuk melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan.

"Untuk itu, telah disediakan 29 tangki dari sepuluh instansi lembaga yang berpartisipasi untuk mengatasi persoalan kekurangan air di Jakarta," ucapnya.

3. Dua wilayah Jakarta alami kekeringan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI)

Pramono mengungkapkan saat ini terdapat dua wilayah yang sudah mengalami kekeringan, yakni Kelurahan Kalibaru dan Semper.

"Sehingga dengan demikian Saudara-saudara sekalian, itulah yang kita lakukan dalam rangka mengantisipasi kekurangan air maupun kebakaran," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article