Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Krisis Kekeringan dan Karhutla, MUI Imbau Umat Salat Istisqa

Indonesia Krisis Kekeringan dan Karhutla, MUI Imbau Umat Salat Istisqa
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • MUI mengimbau umat Muslim melaksanakan salat istisqa untuk memohon hujan, menyusul kemarau, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
  • Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menilai salat istisqa sebagai ikhtiar spiritual yang melengkapi penanganan teknis pemerintah dan petugas, di tengah ancaman asap karhutla bagi kesehatan.
  • MUI meminta masjid, lembaga keagamaan, dan warga terdampak mengoordinasikan salat istisqa berjamaah; Kemenag menjelaskan pelaksanaannya dua rakaat tanpa azan dan iqamah, dilanjutkan khutbah serta doa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat muslim di Indonesia untuk melakukan salat istisqa' sebagai upaya memohon diturunkannya hujan. Imbauan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis.

Ia juga berharap melalui salat ini dapat mengakhiri bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Kemarau dan Kekeringan melanda kita bahkan kebakaran karhutla masih terus terjadi, mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk salat istisqa (minta hujan),” ujar Cholil melalui akun media sosial X pribadinya, @cholilnafis, dikutip dari laman resmi MUI pada Jumat (4/9/2026).

  1. 1. Bentuk ikhtiar spiritual menghadapi musibah kekeringan

    Dampak kekeringan pada lahan Indonesia
    Dampak kekeringan pada lahan di Indonesia. (BMKG)

    Cholil menyampaikan, salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah SWT saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan.

    Mengingat kemarau panjang tahun ini telah meningkatkan wilayah krisis air bersih dan meluasnya titik api (hotspot) di sejumlah kawasan hutan Indonesia. Ia menilai, selain upaya teknis dan fisik yang dilakukan oleh pemerintah serta petugas pemadam kebakaran di lapangan, doa bersama ialah dorongan moral dan spiritual yang sangat penting.

    Kondisi ini tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, melainkan sudah di tingkat mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.

  2. 2. Mengimbau lembaga keagamaan, pengurus masjid dan masyarakat untuk menyegerakan salat istisqa berjamaah

    Pelaksanaan salat Istisqa atau salat meminta hujan yang dilakukan di Griya Agung Palembang
    Pelaksanaan salat Istisqa atau salat meminta hujan yang dilakukan di Griya Agung Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Cholil juga berharap pengurus masjid, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas di wilayah yang terdampak dapat segera mengoordinasikan pelaksanaan salat istisqa secara berjamaah.

    Melansir laman resmi Kementerian Agama RI, sesuai namanya, al-istisqa berarti meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama fikih mengelompokkan salat istisqa sebagai salat sunnah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

    Salat yang dilaksanakan saat siang hingga sore hari ini dipraktikkan atas hadis Rasulullah yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. sebagai berikut.

    خرج النبي صلى الله عليه وسلم يوماً يستسقي فصلى بنا ركعتين بلا أذان ولا إقامة ثم خطبنا ودعا الله عز وجل وحول وجهه نحو القبلة رافعاً يديه ثم قلب ردائه فجعل الأيمن الأيسر والأيسر الأيمن

    Artinya: "Nabi Muhammad Saw keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau salat dua rakaat bersama kita tanpa azan dan iqamat, kemudian beliau berdiri untuk khutbah dan memanjatkan doa kepada Allah Swt dan seketika itu beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke pundak kiri, begitupun ujung sorbannya (HR. Imam Ahmad)," dikutip dari kemenag.go.id.

  3. 3. Tata cara melaksanakan salat istisqa'

    Pelaksanaan salat Istisqa atau salat meminta hujan yang dilakukan di Griya Agung Palembang
    Pelaksanaan salat Istisqa atau salat meminta hujan yang dilakukan di Griya Agung Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Berikut tata cara dan panduan melaksanakan salat istisqa menurut Kemenag RI.

    Pertama, imam dan makmum berkumpul di tanah lapang untuk melaksanakan salat secara berjamaah.

    Kedua, imam dan makmum tanpa didahului azdan dan iqamat berniat membaca niat salat istisqa.

    أصلي سنة الاستسقاء ركعتين مستقبل القبلة اماما/ماموما لله تعالى

    Ketiga, sesudah takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan takbir 7x pada rakaat pertama, dan 5x takbir pada rakaat kedua.

    Keempat, pada tiap-tiap rakaatnya imam membaca surat al-fatihah dan satu surat pendek secara jelas yang dapat didengarkan oleh para makmum. Dilanjutkan dengan dua sujud dan duduk di antara dua sujud.

    Kelima, pada rakaat kedua setelah sujud, imam dan makmum melakukan duduk tahiyyat akhir dan membaca bacaan tahiyyat, tasyahhud, dan selawat seperti yang dibaca dalam salat wajib. Diakhiri dengan bacaan salam dengan menolehkan wajah serta kepala ke kanan dan ke kiri.

    Keenam, imam menyampaikan khotbah dan didengarkan oleh jemaah yang hadir. Khotbah salat istisqa terdiri dari dua khotbah yang disampaikan khatib dengan cara berdiri dan sekali duduk di antara kedua khotbah. Rukun khotbah dan tata caranya dalam salat istisqa' sama dengan yang dilakukan khatib sesudah salat Idul Fitro. Di antaranya membaca takbir 9x pada khotbah pertama dan takbir 7x pada khotbah kedua.

    Dalam materi khotbah dianjurkan khatib mengajak umat Islam untuk bertaubat, meminta ampunan atas segala dosa. Selain itu, jemaah diimbau memperbanyak istighfar dengan harapan Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi kebutuhan umat Islam dan makhluk hidup lainnya di tengah berlangsungnya kemarau panjang.

    Lebih lanjut, Khatib disunnahkan membaca doa ketika mengakhiri khotbah pertama dan khotbah kedua. Khatib membalikkan badan dan membelakangi jemaah untuk menghadap kiblat, menukar posisi selendang sorban di pundaknya, seraya mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More