Jakarta, IDN Times - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M6,8 mengguncang wilayah Bismarck Sea, Senin (13/7/2026) pukul 15.53 WIB. Wilayah ini terletak di Samudra Pasifik barat daya, atau dalam wilayah perairan dan zona ekonomi eksklusif Papua Nugini.
Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wijayanto, mengatakan hasil analisis menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,5 di kedalaman 20 km.
Dia menyebut episenter gempa bumi terletak di koordinat 3,25° Lintang Selatan dan 148,68° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 565 km timur laut Wewak, Papua Nugini.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini jenis gempa bumi dangkal, akibat deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault)," ujar Wijayanto, dalam keterangan terulis.
Wijayanto menegaskan hasil analisis BMKG, gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Wijayanto mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pesisir, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujarnya.
Berikut media sosial resmi BMKG Instagram/Twitter @infoBMKG, website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
