Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dorong Ekonomi Berbasis Lingkungan, BNI Revitalisasi Hutan Mangrove
Ilustrasi Hari Bumi Sedunia (pexels.com/Nurseyart)
  • BNI merevitalisasi 50 hektare hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi, untuk memulihkan fungsi ekologis dan memberi manfaat ekonomi bagi sekitar 5.000 warga pesisir.
  • Program BNI Berbagi melibatkan masyarakat lokal dan pemerintah daerah melalui penanaman, pemeliharaan tiga tahun, serta pengembangan ekowisata dan usaha berbasis mangrove.
  • Hasil kajian menunjukkan setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat Rp3,35 hingga 2025 dan diproyeksikan naik menjadi Rp7,23 pada 2026–2027, memperkuat dampak sosial-ekonomi berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BNI melaksanakan program revitalisasi hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi, untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi berbasis lingkungan.
  • Who?
    Program dijalankan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melalui inisiatif BNI Berbagi, melibatkan masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kawasan Teluk Pangpang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, termasuk wilayah pesisir Dusun Tegalpare yang terdampak abrasi dan alih fungsi lahan.
  • When?
    Program ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April dan akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan dalam tahap pemeliharaan tiga tahun.
  • Why?
    Inisiatif dilakukan untuk memulihkan ekosistem mangrove yang terdegradasi akibat tekanan lingkungan serta menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi sekitar 5.000 warga pesisir.
  • How?
    Pemulihan dilakukan melalui penanaman mangrove di lahan kritis seluas 50 hektare, pemeliharaan jangka panjang, serta pengembangan ekowisata dan usaha budidaya seperti kepiting soka dan pembibitan mangrove.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mempertegas komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui program regenerasi hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi. Sejalan dengan semangat peringatan Hari Bumi pada 22 April, program tersebut berhasil merehabilitasi 50 hektare lahan kritis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi sekitar 5.000 masyarakat pesisir.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kawasan Teluk Pangpang merupakan wilayah pesisir dengan fungsi ekologis penting yang sebelumnya mengalami degradasi akibat tekanan lingkungan dan alih fungsi lahan.

"Aksi nyata BNI di kawasan tersebut merupakan wujud komitmen perseroan dalam memulihkan fungsi ekologis mangrove sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ujarnya dalam keterangan tertulis.

1. Komitmen bersama pulihkan mangrove

Ilustrasi Mangrove (Dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

Program yang dijalankan melalui inisiatif BNI Berbagi ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah. Kegiatan meliputi penanaman mangrove di area terdampak, pemeliharaan selama tiga tahun, hingga pengembangan kawasan berbasis masyarakat.

Hasilnya, kawasan mangrove yang direhabilitasi kini berfungsi kembali sebagai benteng alami pesisir yang mampu mengurangi risiko abrasi dan banjir rob, khususnya bagi masyarakat di Dusun Tegalpare. Selain manfaat ekologis, program ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata, budidaya kepiting soka, pembibitan mangrove, serta produk turunan lainnya.

2. Upaya memberikan dampak multiplikasi yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan

Ilustrasi Mangrove (Dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

Dari sisi dampak ekonomi, BNI mencatat bahwa program ini memberikan nilai tambah signifikan. Berdasarkan kajian Social Return on Investment (SROI), setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sebesar Rp3,35 hingga akhir 2025. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp7,23 pada periode 2026–2027 seiring dengan semakin matangnya ekosistem mangrove.

"Capaian ini menunjukkan bahwa program keberlanjutan yang dirancang secara tepat mampu memberikan dampak multiplikasi yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan," kata Okki.

3. Komitmen memperluas inisiatif serupa dengan menggandeng lebih banyak pihak

Penanaman mangrove di pesisir Kota Semarang (IDN Times/Dhana Kencana)

BNI menilai, investasi di sektor lingkungan tidak hanya berdampak pada pelestarian ekosistem, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, perseroan akan memperluas inisiatif serupa dengan menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan guna meningkatkan skala dan dampak program.

Melalui program ini, BNI menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (WEB)

Editorial Team