Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB: 673 Hektare Kawasan Taman Nasional Way Kambas Terbakar
Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB)
  • Kebakaran di Kelurahan Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, menghanguskan 673,4 hektare pada 21 Agustus 2026.
  • BPBD Lampung Timur bersama lintas instansi memadamkan seluruh titik api pada 22 Agustus pukul 19.12 WIB; tidak ada hotspot tersisa.
  • Di Halmahera Timur, kebakaran lahan 2,5 hektare berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa. BNPB mengimbau penguatan kewaspadaan, deteksi dini, dan pelaporan cepat selama musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api membakar Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur. Area yang terbakar sangat luas, sekitar 673 hektare. Petugas BPBD dan orang-orang lain bekerja memadamkan api. Sekarang semua api di sana sudah padam. Di Halmahera Timur juga ada kebakaran kecil. Tidak ada orang yang meninggal. BNPB meminta semua orang tidak membakar di tempat yang mudah terbakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kebakaran hanguskan kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kebakaran hanguskan area seluas 673,4 hektare.

"Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kuala Penet, wilayah Resort Kuala Penet," kata Berton dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).

"Kebakaran berdampak pada area seluas 673,4 hektare," sambungnya.

1. Seluruh titik api berhasil dipadamkan

Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB)

Berton menjelaskan BPBD Kabupaten Lampung Timur segera melakukan koordinasi lintas instansi dan pemadaman bersama untuk mencegah api meluas.

Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 19.12 WIB, seluruh titik api berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi titik panas (hotspot) di lokasi kejadian.

2. Karhutla juga melanda di Kabupaten Halmahera Timur 2,5 hektare

Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB)

BNPB juga melaporkan karhutla di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Kebakaran menghanguskan lahan seluas 2,5 hektare pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 20.05 WIT.

"Lokasi terdampak berada di Desa Batu Raja, Kecamatan Wasile. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Berton.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur bersama personel gabungan melakukan pemadaman di lokasi kejadian. Pada hari yang sama, api berhasil dipadamkan.

3. BNPB imbau pemda dan masyarakat tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi

Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB)

Mengantisipasi potensi meluasnya karhutla, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor. BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan titik panas, memetakan wilayah rawan, serta melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.

"Pemerintah daerah diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman," kata Berton.

Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pemerintah daerah atau petugas terkait, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article