Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BNPB: Asap Karhutla Kalimantan Mulai Menyebar ke Malaysia

BNPB: Asap Karhutla Kalimantan Mulai Menyebar ke Malaysia
Ilustrasi kebakaran hutan di petak 82A 2 Resort Pengelolaan Hutan (RPH), Ngawi, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
  • BNPB mendeteksi asap karhutla Kalimantan Barat menyeberang ke Malaysia pada 4, 6, dan 9 Agustus 2026, dipengaruhi perubahan musim serta arah angin dominan.
  • Kualitas udara Pontianak mencapai AQI 193 pada 9 Agustus dan 179 pada hari berikutnya; Kalimantan Barat mencatat area terbakar terluas, sekitar 28.680,47 hektare.
  • BNPB mengutamakan operasi darat untuk memadamkan api gambut saat modifikasi cuaca terbatas, sambil memperkuat pencegahan dan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat sudah mulai menyebar hingga wilayah Malaysia. Data tersebut dikutip BNPB dari pantauan citra satelit. Asap terpantau mulai menyeberang ke Negeri Jiran pada 4, 6, hingga 9 Agustus 2026.

Kekhawatiran penyebaran asap hingga ke negara tetangga sudah dibahas dalam rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. Situasi itu dipicu adanya peralihan musim yang menyebabkan angin dominan bergerak dari tenggara ke barat.

"Berdasarkan pantauan citra satelit, asap terpantau menyeberang ke wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan Barat pada 4 Agustus, 6 Agustus, hingga 9 Agustus 2026," ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, dalam keterangan, Selasa (11/8/2026).

Situasi itu berbeda dengan yang disampaikan Djamari dalam jumpa pers pada Senin, 10 Agustus 2026 di kantor Kemenko Polkam. Ia mengatakan sejauh ini belum ada asap dampak karhutla yang menyebar ke negara tetangga.

"Kami juga berupaya sekeras mungkin agar (karhutla) tidak menganggu pihak lain. Itulah yang kami lakukan baik ke negara tetangga yang mana pun, termasuk yang dekat dengan kita. Tapi sampai hari ini tidak ada (asap menyeberang) itu ya," kata Djamari.

  1. 1. Kualitas udara di Kalbar sudah menunjukkan tanda sangat tidak sehat

    BNPB: Asap Karhutla Kalimantan Mulai Menyebar ke Malaysia
    Kabut asap karhutla selimuti Pontianak. (IDN Times/Teri).

    Sementara, berdasarkan data kualitas udara pada Sabtu, 9 Agustus 2026, menunjukkan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif hingga sangat tidak sehat. Nilai AQI tertinggi tercatat di Kota Pontianak menunjukkan angka 193.

    "Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan balita," ungkap Dodi.

    Bahkan, pada hari ini, nilai AQI di Kota Pontianak, masih menunjukkan angka 179 atau tidak sehat. Kalbar merupakan satu dari enam provinsi dalam keadaan darurat karhutla.

  2. 2. Kalbar jadi provinsi dengan area karhutla paling luas

    BNPB: Asap Karhutla Kalimantan Mulai Menyebar ke Malaysia
    Ilustrasi wilayah Ambalat antara Indonesia dan Malaysia (dok. Google Maps)

    BNPB juga menyebut pihaknya mengutamakan operasi satgas darat ketimbang modifikasi cuaca, untuk mengatasi karhutla pada 2026. Hal itu lantaran operasi modifikasi cuaca (OMC) tergantung pada ketersediaan awan hujan. Operasi udara itu belum bisa berjalan optimal hingga akhir Agustus.

    "Operasi udara sifatnya membantu, ketika tidak ada awan hujan, OMC tidak dapat dilakukan. Dalam kondisi seperti itu, operasi darat menjadi sangat penting, terutama untuk memastikan api di lahan gambut benar-benar padam," kata Dodi.

    Meski begitu, BNPB sudah melakukan OMC di enam provinsi prioritas. Keenam provinsi itu yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Total wilayah yang terbakar di enam provinsi itu mencapai 48.889,69 hektare.

    "Luasan wilayah yang terbakar terluas di Kalimantan Barat sekitar 28.680,47 hektare, disusul Riau 15.551,76 hektare, Kalimantan Tengah 3.069,52 hektare, Sumatra Selatan 664,87 hektare, Jambi sekitar 540 hektare dan Kalimantan Selatan 383,07 hektare," kata dia.

  3. 3. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan harus tegas

    BNPB: Asap Karhutla Kalimantan Mulai Menyebar ke Malaysia
    Penanganan karhutla di Gunung Bromo. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Selain melakukan upaya mitigasi, pemerintah juga melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Pencegahan, kata Dodi, menjadi bagian penting dalam strategi penanganan, karena sebagian kejadian karhutla masih terkait dengan aktivitas pembukaan lahan menggunakan api.

    "Kami belajar dari kejadian tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, jangan menunggu kebakaran meluas. Kesiapsiagaan harus diperkuat sejak sekarang melalui pencegahan, operasi darat, operasi udara, dan penegakan hukum," ungkap Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangannya.

    Suharyanto juga mengimbau masyarakat di wilayah yang rawan karhutla agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sumber api.

    "Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar, sehingga pencegahan dini menjadi bagian penting dalam menekan risiko karhutla," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More