Ganggu Jualan UMKM, Pernikahan Sespri Prabowo Banjir Kritikan Warganet

- Pameran KKI Bank Indonesia di Hall B JCC, yang melibatkan lebih dari 500 UMKM, dilaporkan sepi dan terganggu akibat sterilisasi area untuk pernikahan Rizky Irmansyah.
- Peserta menyebut jam operasional KKI dipangkas dari pukul 22.00 menjadi 17.00 WIB, sehingga talkshow terpotong dan penampilan penutup guest star dibatalkan.
- Pembatasan keamanan juga disebut berdampak pada pameran geothermal internasional; netizen mengkritik prioritas acara pribadi yang dinilai merugikan kegiatan publik dan pendapatan UMKM.
Jakarta, IDN Times - Gelaran acara tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia untuk mendukung lebih dari 500 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia, diwarnai kekecewaan pelaku usaha.
Hari terakhir pameran UMKM yang seharusnya menjadi puncak kunjungan dan penjualan di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (23/8/2026), justru mendadak sepi akibat ketatnya sterilisasi area demi keberlangsungan pernikahan Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah.
1. Pelaku UMKM kecewa karena pernikahan Rizky Irmansyah ganggu penjualan

Kepala Sekretaris Pribadi (Kasespri) Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah hari ini (23/8/2026) melangsungkan akad nikah dengan Chika di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (IDN Times/Ilman Nafi'an) Keluhan ini ramai di media sosial setelah pengguna akun Threads @d***i mengunggah rasa kekecewaannya, yang kemudian ditonton puluhan ribu kali dan memicu gelombang simpati serta amarah netizen atau warganet.
"Yang nikah 1 pasangan, yang ribet 1 GBK. Anyway di hall B lagi ada acara KKI yang bawa 500++ Umkm dan hari ini hari terakhir yang harus nya jadi puncak ramai. Hari ini sepi, beberapa tenan makanan juga banyak yang tutup, akibat yang nikah tersebut. Jujur terlalu matiin pendapatan orang yang lagi buka acara, ini kki acara tahunan loh."
Unggahan tersebut menyoroti bagaimana penutupan dan pembatasan akses lokasi menuju JCC, demi kepentingan acara Rizky hingga berdampak langsung pada kelangsungan penjualan ratusan pedagang UMKM yang sudah lama dinanti.
2. Jam operasional dipangkas membuat acara berantakan

Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo menjadi saksi pernikahan di akad nikah Kesespri Presiden Prabowo, Rizky Irmansyah (IDN Times/Ilman Nafi'an) Di kolom komentar, para peserta pameran yang mengaku sebagai karyawan UMKM dan pengisi acara tersebut, membagikan kesaksian mereka mengenai kekacauan jadwal akibat prosedur sterilisasi di JCC.
Jam operasional yang biasanya berlangsung hingga pukul 22.00 WIB mendadak dipangkas menjadi pukul 17.00 WIB. Pemangkasan waktu mendadak ini membuat agenda panggung utama berantakan, di mana sesi talkshow dipotong, dan penutupan oleh guest star utama terpaksa dibatalkan.
3. Disebut merugikan banyak ajang internasional

Pernikahan Sespri Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, di JCC, Senayan, Minggu (23/8/2026). (Instagram/@Sugiono) Dampak ketatnya prosedur pengamanan ini ternyata tidak hanya menimpa pameran UMKM. Pengguna akun @a***ri mengungkapkan pameran internasional sektor geothermal yang berlangsung pada 22 Agustus 2026 juga dipaksa melakukan sterilisasi di lokasi yang sama sejak pukul 14.00–15.00 WIB.
"Perusahaan saya peserta geothermal international event tgl 22 aug hari terakhir, harus steril jam 2-3 cmn... kepentingan umum/masyarakat kalah sm kepentingan pribadi...."
Foto papan bunga ucapan pernikahan untuk "Rizki & Chika" dari Presiden Prabowo yang diunggah akun @m***u memperjelas alasan ketatnya pengamanan lokasi JCC pada hari ini, di mana kedatangan tamu VIP memicu pembatasan ketat bagi pameran lain di sekitarnya. Presiden Prabowo dan mantan Presiden Joko "Jokowi" Widodo memang menghadiri dan menjadi saksi pernikahan Rizky.
4. Kritikan netizen soal kepentingan pribadi vs kepentingan umum

Pernikahan Sespri Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, di JCC, Senayan, Minggu (23/8/2026). (Instagram/@Sugiono) Gelombang komentar diwarnai keprihatinan dan kekecewaan terhadap minimnya empati para pemangku kepentingan. Publik menyayangkan venue sekelas JCC yang seharusnya mampu mengelola beberapa acara multievent secara paralel, tapi melumpuhkan pameran skala nasional hanya untuk memprioritaskan hajatan pribadi.
Beberapa warganet bahkan melayangkan doa dan kritik keras, mengingat hari terakhir pameran adalah momen krusial bagi UMKM daerah, untuk menutup biaya operasional dan mendapat keuntungan yang sudah lama mereka harapkan.


















