Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB: Pengungsi Gempa NTT 179.037 Jiwa, Turun 6.094 Orang
Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa NTT (Dok. Tim SAR)
  • BNPB mencatat 179.037 pengungsi pascagempa magnitudo 7,7 di NTT per 26 Agustus 2026, turun 6.094 jiwa terutama dari Kabupaten Sikka.
  • Pengungsi terbanyak berada di Nagekeo 51.284 orang, diikuti Manggarai 50.556, Manggarai Timur 31.372, dan Manggarai Barat 27.564 orang.
  • Korban meninggal bertambah dua menjadi 105 jiwa, mayoritas lansia; korban luka naik 12 menjadi 1.678 orang, dengan luka berat terbanyak di Manggarai dan Manggarai Timur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar di NTT membuat banyak orang pergi dari rumah. Sekarang ada 179.037 orang mengungsi, berkurang 6.094 orang, banyak dari Sikka. BNPB bilang 105 orang meninggal, bertambah dua orang dari Manggarai Timur. Ada juga 1.678 orang terluka. Presiden Prabowo datang ke NTT.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui jumlah warga yang mengungsi usai digoyang gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Per hari Rabu (26/8/2026), jumlah warga yang mengungsi mencapai 179.037 jiwa.

Angka tersebut berkurang 6.094 jiwa. Penurunan signifikan jumlah pengungsi, kata BNPB, berada di Kabupaten Sikka.

"Pada hari ini ada penurunan yang signifikan dari jumlah pengungsi. Saat ini berkurang 6.094 jiwa, terutama ini berasal dari warga yang tinggal di Kabupaten Sikka. Ada pula pengungsi dari kabupaten lain, sehingga jumlah pengungsi saat ini mencapai 179.037 orang," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan pers secara virtual pada Rabu sore (26/8/2026).

Berdasarkan data sebaran pengungsi, BNPB mencatat jumlah pengungsi tertinggi berada di Kabupaten Nagekeo yang mencapai 51.284 orang. Kemudian, di Kabupaten Manggarai terdapat 50.556 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur ada 31.372 pengungsi dan Kabupaten Manggarai Barat 27.564 jiwa.

Sedangkan, pengungsi di Kabupaten Sikka, Ende dan Ngada masing-masing 10.708 jiwa, 4.294 jiwa dan 3.259 jiwa. Di sisi lain, jumlah korban meninggal dunia bertambah dua orang pada hari ini sehingga menjadi 105 jiwa.

Pengumuman penambahan korban jiwa itu bersamaan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke NTT. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal paling banyak ditemukan di Kabupaten Manggarai yaitu 41 jiwa.

"Ada penambahan dua orang yang meninggal, sehingga total yang meninggal menjadi 105 jiwa. Mereka yang meninggal ini akibat tidak langsung dari gempa bumi. Kami tetap menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas bertambahnya dua korban meninggal," tutur dia.

Dua korban yang meninggal berasal dari Kabupaten Manggarai Timur. Dari angka tersebut, mayoritas korban meninggal merupakan lansia yakni 45 persen.

Sementara, jumlah korban luka mencapai 1.678 jiwa. Artinya, terdapat penambahan korban luka sebanyak 12 jiwa. Mereka berasal dari Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Sikka.

"Tetapi, korban luka terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Luka berat paling banyak ditemukan di Kabupaten Manggarai yakni 404 jiwa. Sedangkan, di Kabupaten Manggarai Timur, jumlah korban luka berat mencapai 404 jiwa," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article