Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Projo: PSI Bukan Lawan Politik Tapi Saudara Dalam Perjuangan Jokowi

Projo: PSI Bukan Lawan Politik Tapi Saudara Dalam Perjuangan Jokowi
Jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkunjung ke Kantor DPP Pro Jokowi (Projo), Jakarta Selatan (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Sekjen Projo Freddy Alex Damanik menegaskan PSI bukan lawan politik, melainkan saudara perjuangan karena keduanya pernah dan tetap mendukung perjuangan politik Joko Widodo.
  • Projo menghormati pernyataan PSI bahwa Budi Arie bukan bagian partai tersebut, serta menegaskan tidak pernah menyeret PSI dalam persoalan itu.
  • Menurut Freddy, pernyataan Budi Arie soal percepatan pemilu 2029 telah dikaji internal Projo; organisasi memilih membahas gagasan, bukan perang personal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - DPP Projo menegaskan tidak sedang mencari musuh politik baru apalagi dengan sesama relawan Jokowi, termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Baik Projo dan PSI memiliki satu kedekatan historis dan politik yang tak bisa disangkal yaitu tetap dalam barisan pendukung perjuangan politik mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekjen Projo, Freddy Alex Damanik di dalam akun resmi Threads miliknya. Keterangan itu dibuat Freddy untuk menanggapi kalimat Wakil Ketua Umum PSI bahwa Budi Arie bukan kader partai dengan simbol gajah tersebut.

"Kalau PSI menyatakan bahwa Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus dan bukan bagian dari PSI, itu adalah sikap internal PSI yang tentu kami hormati. Itu tidak pernah menjadi urusan Projo," ungkap Freddy di akun Threads-nya yang dikutip pada Rabu (26/8/2026).

IDN Times telah meminta izin kepada Freddy untuk mengutip tulisan di akun media sosialnya tersebut. Meski begitu, Freddy meluruskan bahwa Projo tak pernah menyeret-nyeret nama PSI. Projo dan PSI adalah dua organisasi berbeda dengan struktur dan ruang perjuangan politik masing-masing yang memiliki satu kedekatan historis.

"Projo dan PSI juga memiliki kedekatan politik yang tak perlu disangkal yaitu sama-sama pernah dan tetap berada dalam barisan pendukung perjuangan politik Joko Widodo. Karena itu bagi Projo, PSI adalah saudara dalam perjuangan, bukan lawan politik," katanya.

  1. 1. Pernyataan Budi Arie yang viral sudah melalui kajian

    Budi Arie, Projo
    Budi Arie Setiadi (kiri) ketika masih menjadi menteri di kabinet Jokowi pada 2023. (ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)

    Lebih lanjut kata Freddy, terkait pernyataan Budi Arie yang viral pada pekan ini, hal tersebut merupakan tanggung jawab mantan Menteri Koperasi itu sebagai pribadi atau dalam kapasitas organisasi. Bahkan, kata Freddy, pernyataan soal kemungkinan percepatan pemilu 2029 sudah melewati kajian dan diskusi internal Projo yang intens.

    "Kajian dan diskusi internal Projo dilakukan secara intens dengan melihat dinamika serta peristiwa politik yang terjadi," kata Freddy.

    Maka, ia menegaskan tak ada alasan untuk mempertentangkan Projo dengan PSI. Terkait dengan tudingan bahwa Budi tengah memainkan politik tertentu, Projo, kata Freddy, menyerahkan berbagai persepsi itu kepada publik.

    "Projo tak ingin masuk ke dalam perang personal. Kami lebih memilih bicara tentang gagasan daripada menyerang pribadi," imbuhnya.

  2. 2. Projo tidak sedang mencari musuh politik dari sesama relawan Jokowi

    Jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkunjung ke Kantor DPP Pro Jokowi (Projo), Jakarta Selatan (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkunjung ke Kantor DPP Pro Jokowi (Projo), Jakarta Selatan (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Di utasan itu, Freddy turut menggarisbawahi bahwa mereka tidak ingin mencari musuh politik baru. Musuh politik bagi Projo, bukan sesama relawan atau sesama pendukung Jokowi.

    Di sisi lain, kata Freddy, Projo tetap menghargai PSI sebagai bagian dari dinamika politik yang berkembang dan berharap hubungan baik antara kelompok-kelompok pendukung Jokowi tetap terjaga.

    "Kami punya sejarah panjang bersama dalam mendukung Pak Jokowi. Jangan karena perbedaan politik hari ini kemudian sejarah itu kita hapus begitu saja," katanya.

    Freddy juga meminta agar pernyataan yang pernah disampaikan oleh Budi Arie bahwa Projo bukan singkatan Pro Jokowi tak perlu didebatkan secara emosional. Nama Projo, kata Freddy, adalah Projo.

    "Tetapi, sejarah perjuangan Projo sebagai organisasi relawan pendukung Joko Widodo juga merupakan fakta yang tidak perlu dihapus dari ingatan publik," imbuhnya.

  3. 3. PSI disebut juga Pro Jokowi meski namanya bukan Projo

    Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo saat memberikan pidato arahan pada Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). (Dok. IDN Times)
    Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo saat memberikan pidato arahan pada Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). (Dok. IDN Times)

    Di bagian akhir, Freddy kembali mengingatkan bahwa PSI juga Pro Jokowi meski namanya bukan Projo. Begitu juga relawan Pro Jokowi lainnya yang namanya bukan Projo.

    "Ada ribuan nama lain sesama pendukung Jokowi. Demikian juga Projo, secara akta (AD/ART), namanya memang hanya Projo bukan Pro Jokowi. Tapi, apakah Projo adalah Pro Jokowi, saya rasa kami tidak perlu menjawab. Biar jejak sejarah yang menjawab dan membuktikan," kata Freddy.

    "Kami tidak membutuhkan polemik soal nama," imbuhnya.

    Alih-alih meributkan soal nama, Freddy mengatakan yang lebih penting adalah apa yang sudah diperjuangkan dan yang akan diperjuangkan ke depan.

    "Jadi pesan kami sederhana. PSI adalah saudara. Projo adalah saudara. Sama-sama punya rumah masing-masing. Jangan jadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk saling bermusuhan," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More