Gempa M5 Guncang Flores Rabu Malam, Tak Berpotensi Tsunami

- Gempa tektonik M5,0 mengguncang Flores pada Rabu malam, 26 Agustus 2026 pukul 21.15 WIB, dengan episenter di laut 44 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.
- BMKG menyatakan gempa dangkal berkedalaman 10 kilometer ini dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust, terasa hingga IV MMI di Nagekeo, Maumere, Bajawa, dan Ende, tanpa potensi tsunami.
- Gempa ini merupakan bagian dari susulan gempa M7,7 Flores pada 15 Agustus; BMKG mencatat 7.914 susulan dan mengimbau warga mengikuti informasi resmi serta menjauhi bangunan rusak.
Jakarta, IDN Times - Flores, Nusa Tenggara Timur, kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu (26/8/2026) malam. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 5,0 dan terjadi pada pukul 21.15.33 WIB.
Episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,61 derajat Bujur Timur. Lokasinya berjarak sekitar 44 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust, dengan mekanisme sumber berupa pergerakan geser naik atau oblique thrust.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan dengan intensitas IV MMI di sejumlah wilayah, yakni Nagekeo, Maumere, Bajawa, dan Ende. Pada skala IV MMI, guncangan umumnya dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah ketika terjadi pada siang hari.
Gempa M5,0 ini juga tercatat sebagai bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Hingga pukul 21.30 WIB pada 26 Agustus, BMKG telah mencatat 7.914 aktivitas gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa serta mengikuti perkembangan informasi hanya melalui kanal resmi BMKG.


















