11 Hari Pascagempa Baru Datang ke NTT, Prabowo Ungkap Alasannya

- Presiden Prabowo Subianto mengunjungi NTT 11 hari setelah gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
- Prabowo sengaja tidak datang pada awal bencana agar instansi fokus melayani warga tanpa konsentrasi pejabat daerah terpecah untuk menyambut pemerintah pusat.
- Pemerintah pusat terus memantau NTT dan mengirim ratusan ribu ton bantuan logistik sejak hari pertama gempa.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto baru berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) 11 hari pascagempa dengan magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Dalam rapat bersama jajarannya, Prabowo mengaku sengaja untuk tidak datang langsung setelah kejadian gempa.
"Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang, karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung," ujar Prabowo.
Menurutnya, apabila terlalu banyak pejabat dari pemerintah pusat yang datang, pejabat daerah konsentrasinya akan terpecah.
"Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya. Itu kadang-kadang ada kecenderungan, akhirnya bisa menjadi mengalihkan fokus pertama," ucap dia.
Meski demikian, kata Prabowo, pemerintah pusat terus memantau kondisi di NTT. Ratusan ribu ton bantuan logisitik juga sudah dikirim ke NTT sejak hari pertama gempa.
"Tapi, kita terus memonitor dan kita yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan itu yang paling penting. Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana, tapi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif jadi setelah saya dapat laporan saudara-saudara, saya mantau kita sudah berbuat maksimal tentunya kita ingin berbuat lebih terima kasih tadi laporan dari gubernur dan bupati, saya terima kasih," imbuhnya.




















