Pusdik Lantas Polri Gelar Acara Undang Ojol Besok, untuk Pecah Massa di DPR?

- Pusdik Lantas Polri menggelar Safety Riding dan PPDG di Serpong pada Kamis (27/8/2026).
- Polri menyatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta membantah narasi pemecahan massa.
- Kelompok ojol berencana bermalam di DPR/MPR RI untuk mengawal massa Pati dan menyampaikan aspirasi secara damai.
Jakarta, IDN Times - Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdik Lantas) Polri menggelar acara Safety Riding dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPDG) di Pusdik Lantas Polri Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/8/2026).
Acara tersebut diunggah akun @irsyad.hadi di Threads. Ia mengetahui adanya acara tersebut dari seorang driver ojek online (ojol).
“Guys, jangan kaget kalau besok rada sulit nyari ojol. Barusan dapat info dari salah satu lady ojol. Jadi, untuk memecah animo para ojol ikut aksi Kamis besok di DPR, polisi ngadain event safety riding di Pusdik Lantas Polri di kawasan Serpong Utara,” tulis dia.
Ia juga membagikan foto flayer acara dan sebuah grup WhatsApp beranggotakan 650 orang yang akan bergabung dalam acara tersebut.
“Sekitar 5.000 drivel ojol Jabodetabek diundang. Hadiahnya?? Wow dong. Ada 20 unit motor, dan ratusan unit barang menarik lainnya. Katanya ini acara dadakan. Baru di-blast 2 hari lalu. Mas Botok bener-bener menggetarkan,” lanjutnya.
Lalu apa kata Polri?
1. Kegiatan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Ilustrasi Ojol. (IDN Times/Anjani Asra) Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Korlantas Polri, Kombes Pol Bayu Pratama membenarkan adanya acara tersebut. Ia menjelaskan, acara itu merupakan rangkaian kegiatan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
“Besok ada kegiatan hari keselamatan di Pusdik Lantas Polri Serpong Tangerang. Tentunya kegiatan tsb adalah upaya Polri utk menjamin Kamseltibcarlantas,” kata Bayu saat dihubungi.
Diketahui, Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional diperingati setiap tanggal 19 September di Indonesia.
“Kegiatan hari keselamatan adalah agenda tahunan sebagaimana diamanatkan dlm RUNK (Rencana Umum Nasional Keselamatan) dimana Polri menjadi Pilar ke-4,” kata dia.
Bayu membantah kalau acara tersebut diadakan untuk memecah komsentrasi massa di DPR RI.
“Ada pihak-pihak yang mengarahkan narasi seperti itu. Untuk lebih jelasnya besok bisa dikonfirmasi kepada Pak Kakorlantas di tempat acara,” ujar dia.
2. Ojol berencana bermalam di DPR RI

Presiden RI siapkan perpres bagi para pengemudi ojol. (IDN Times/Lia Hutasoit) Sebelumnya, Kelompok pengemudi ojol berencana bermalam di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, untuk mengawal massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang akan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026).
Keputusan itu ditetapkan setelah mereka menggelar musyawarah membahas rencana tersebut.
Perwakilan ojol dari berbagai daerah mengaku datang secara swadaya ke Jakarta. Mereka menyatakan ingin memastikan massa dari Pati dapat menyampaikan aspirasi dengan aman sekaligus mencegah terjadinya kericuhan selama aksi.
Perwakilan pengemudi ojol asal Borobudur, Jawa Tengah, Umar Kiting mengatakan dirinya datang ke Jakarta setelah mendapat ajakan dari untuk menyampaikan aspirasi terkait RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.
"Secara swadaya datang ke Jakarta memenuhi panggilan Mas Botak dan kawan-kawan untuk menyampaikan aspirasi RUU Perampasan Aset sama hukuman mati, hukuman mati koruptor," ujar Umar saat ditemui di lokasi, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, kedatangan para ojol juga sebagai bentuk dukungan untuk menjaga Botok dan massa dari Pati dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dia menegaskan para ojol tidak ingin terlibat benturan dengan pihak mana pun.
"Intinya untuk mengamankan Mas Botak dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Termasuk dari kita untuk berupaya untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan termasuk chaos dari kubu manapun," katanya.
Umar mengatakan, kelompok ojol berkomitmen menjaga keamanan selama menyampaikan aspirasi. Dia juga menekankan aksi yang dilakukan harus berlangsung damai dan transparan.
"Intinya kami tidak menginginkan itu semua. Kami intinya datang ke Jakarta, datang ke Gedung DPR MPR RI ini untuk menyampaikan aspirasi, menyampaikan tuntutan, kami tidak ingin bersinggungan dan berlawanan dengan pihak manapun," ujarnya.
3. Ojol memastikan keamanan massa aksi dari Pati

Perwakilan ojol Masuk Gedung DPR. (IDN Times/Lia Hutasoit) Sementara itu, perwakilan ojol lainnya dari Jakarta, Dika mengatakan pihaknya telah berkoordinasi untuk memastikan massa dari Pati tidak mendapat gangguan dari pihak luar maupun terprovokasi.
"Untuk koordinasi dari kita, untuk pengamanan Mas Botak supaya sama aja. Intinya jangan sampai ada gangguan dari luar, dari orang-orang luar atau kita terprovokasi, terpancing dari pihak manapun," kata Dika.
Rencana untuk bermalam di depan Gedung DPR/MPR RI juga disampaikan Melva, seorang kurir Shopee. Dia memastikan para ojol akan tetap berada di lokasi hingga aksi pada Kamis.
"Pasti stay di sini! Insyaallah kita stay di sini. Kami akan menjaga saudara-saudari kami yang dari Pati buat rakyat yang di sana," ujar Melva.
Umar menambahkan, keputusan untuk bermalam tersebut merupakan bentuk komitmen mereka menjaga amanah masyarakat.
"Yang jelas kita menjaga amanah. Menjaga amanah dari rakyat," katanya.
Melva juga mengajak masyarakat untuk bergabung dalam aksi tersebut. Menurutnya, perjuangan yang dibawa bukan hanya untuk kepentingan masyarakat Pati maupun ojol, tetapi seluruh masyarakat Indonesia.
"Mari bergabung untuk satu tujuan, kesejahteraan kita semua! Bukan kesejahteraan Pati, bukan kesejahteraan ojol, tapi semua! Seluruh rakyat Indonesia!" ujarnya.
Dia juga menyuarakan tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Selain itu, Melva menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya perlu dievaluasi. Terkait jumlah ojol yang akan bertahan di depan Gedung DPR/MPR RI, Umar mengaku belum mengetahui jumlah pastinya. Dia menyebut jumlah peserta yang hadir cukup banyak.
Menjelang aksi, Melva berharap tidak terjadi kekerasan ataupun jatuhnya korban. Dia menegaskan para ojol ingin aspirasi mengenai RUU Perampasan Aset dapat disampaikan tanpa kericuhan.
"Semoga nggak ada kekerasan dan tidak ada yang jadi korban dan berkorban tidak ada. Kita pengen disahkan RUU aset itu, sahkan, tidak ada lagi tunda-tunda," kata Melva.
Meski begitu, dia menilai dialog dengan pemerintah tidak cukup jika hanya berujung pada janji. Melva meminta anggota DPR menemui langsung masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
"Harus keluar! Dia harus turun ke jalan. Harus turun ke jalan temuin kita," ujarnya.
Ketika ditanya apakah aksi akan berlangsung seperti aksi di DPRD Pati, peserta yang berada di lokasi kompak menyatakan setuju.
Meski membawa sejumlah tuntutan, Melva memastikan aksi yang mereka dukung akan dilakukan secara damai. Ia juga menegaskan para ojol yang datang ke Jakarta tidak dibayar untuk mengikuti aksi.
"Kami para kurir dan ojol tidak ada. Dibayar tidak ada, kami dengan hati, sukarelawan, hati nurani," katanya.
Para ojol juga tidak menyerukan rekan-rekannya untuk melakukan aksi off bid atau berhenti mengambil pesanan pada Kamis. Umar mengatakan keputusan untuk bergabung dalam aksi dikembalikan kepada masing-masing pengemudi.
"Nggak usah, nggak usah. Kami nggak ada seruan, kami nggak ada seruan," kata Melva.
Namun, ia mengajak para ojol yang memiliki visi dan misi yang sama untuk bergabung secara sukarela. Melva menegaskan gerakan mereka tidak ingin ditunggangi pihak tertentu. Jika ada pihak lain yang ikut hadir dalam aksi, dia menyebut hal tersebut merupakan pilihan masing-masing.
"Kembali ke hati kalian semua, ketika kalian satu visi misi dengan saudara kami di Pati, mari bergabung, kita berdamai. Demo berdamai," imbuh dia.


















