Jakarta, IDN Times – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan data analytics kini mulai diarahkan untuk menjawab persoalan yang semakin kompleks dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji menyebut perkembangan teknologi tersebut telah membuka peluang untuk pengolahan data dalam jumlah besar, mengenali pola, mendeteksi anomali, hingga memprediksi risiko. Melalui perkembangan tersebut, bisa membantu BPJS Kesehatan mengidentifikasi potensi risiko dalam penyelenggaraan JKN sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
“Pemanfaatan AI untuk mendeteksi potensi fraud sejak dini menjadi salah satu langkah yang dapat kita kembangkan. Ketika indikasi risiko dapat diketahui lebih awal, kita memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan pencegahan sebelum berdampak lebih jauh terhadap penyelenggaraan JKN," kata Setiaji.
