Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Simulasi Hadapi Ancaman China, Taiwan Batasi Akses Internet Seluler

Simulasi Hadapi Ancaman China, Taiwan Batasi Akses Internet Seluler
ilustrasi bendera Taiwan (pexels.com/Derek Tsai)
  • Taiwan memperlambat internet seluler hingga tersisa 1 persen selama 30 menit dalam latihan Han Kuang, mensimulasikan gangguan komunikasi akibat ancaman militer atau siber China.
  • Uji coba dimulai di Taichung lalu diterapkan di wilayah utara termasuk Taipei; aplikasi berbasis data terganggu, sementara telepon, SMS, broadband, Wi-Fi, ATM, dan lampu lalu lintas tetap berfungsi.
  • Latihan ini menguji ketahanan digital Taiwan yang bergantung pada 14 kabel internet bawah laut, di tengah jutaan upaya serangan siber harian dan risiko sabotase atau pemblokiran laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Taiwan secara sengaja memperlambat kecepatan akses internet seluler bagi jutaan warganya pada Kamis (13/8/2026). Langkah ini dilakukan dalam uji coba pertahanan sipil guna mensimulasikan gangguan komunikasi akibat potensi serangan militer atau siber dari China.

Pemerintah memangkas kapasitas jaringan seluler hingga tersisa satu persen saja saat sirine tanda bahaya udara membahana di ibu kota Taipei. Tindakan darurat tersebut menjadi bagian dari latihan perang tahunan Han Kuang untuk menguji ketahanan publik serta infrastruktur digital nasional secara langsung.

  1. 1. Akses internet seluler lumpuh sejenak di wilayah utara

    ilustrasi internet
    ilustrasi internet (Rock1997, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Dilansir The Straits Times, pemangkasan kecepatan data seluler 4G dan 5G berlangsung selama 30 menit bertepatan dengan simulasi serangan udara tahunan Wan An. Warga di wilayah utara Taiwan diminta untuk segera masuk ke dalam lokasi pengungsian atau area bawah tanah. Aplikasi pesan instan, layanan pemesanan makanan, dan siaran langsung seketika tidak dapat terhubung ke jaringan internet seluler.

    Meskipun jaringan seluler dilumpuhkan sejenak, saluran telepon seluler dan pesan singkat SMS tetap berfungsi normal. Fasilitas internet kabel broadband rumah dan jaringan Wi-Fi indoor juga tidak mengalami gangguan selama masa latihan. Penurunan kecepatan internet seluler ini pertama kalinya diterapkan dalam rangkaian latihan militer Han Kuang untuk menguji kesiapan publik.

    Mengutip laporan AFP, gangguan sementara ini dirasakan langsung oleh warga lokal. "Saya memahami bahwa ini bertujuan untuk mensimulasikan gangguan internet yang kemungkinan terjadi saat perang, jadi meskipun berdampak negatif, saya bisa memahaminya," kata Jimmy Chu (22), warga Taiwan yang sempat terlambat memberi kabar kepada atasannya akibat kendala sinyal seluler.

  2. 2. Eksperimen diawali dari wilayah tengah Taiwan

    ilustrasi menggunakan smartphone
    ilustrasi menggunakan smartphone (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Dilansir Taipei Times, pengujian pembatasan kecepatan internet seluler ini sebenarnya telah dimulai di wilayah Taiwan Tengah pada Senin (10/8/2026). Wilayah Taichung menjadi pusat uji coba utama sebelum otoritas Taiwan menerapkannya di wilayah utara termasuk Taipei. Warga lokal menerima pesan peringatan darurat dalam bahasa Mandarin dan Inggris di telepon seluler mereka tepat saat sirine meraung pukul 14.30 waktu setempat.

    Simulasi di Taichung membuktikan bahwa hanya layanan komunikasi dasar seluler yang diizinkan tetap aktif. Namun infrastruktur publik seperti mesin ATM, lampu lalu lintas, telepon rumah, dan jaringan internet kabel tetap beroperasi tanpa masalah. Pihak militer sengaja mengabarkan simulasi tersebut lebih awal agar warga terbiasa menyiapkan informasi penting dalam mode luring (offline).

  3. 3. Antisipasi ancaman pemutusan kabel bawah laut

    ilustrasi kabel internet
    ilustrasi kabel internet (pexels.com/Brett Sayles)

    Latihan gangguan komunikasi seluler dipandang sangat krusial oleh para pengamat pertahanan mengingat tingginya kerentanan infrastruktur digital Taiwan. Negara pulau tersebut bergantung pada 14 kabel internet bawah laut internasional yang sangat rentan terhadap aksi sabotase fisik atau taktik grey zone dari kapal asing. Jika kabel utama tersebut terputus, jaringan komunikasi sipil dan militer Taiwan terancam terisolasi total dari dunia luar.

    Data Badan Keamanan Nasional Taiwan mencatat pulau tersebut menghadapi jutaan upaya serangan siber setiap harinya. Selain menguji sektor komunikasi seluler, latihan Han Kuang juga menyimulasikan penanganan fasilitas medis perang di ruang bawah tanah rumah sakit. Militer Taiwan turut menguji koordinasi pertahanan pesisir bersama pasukan cadangan untuk membendung potensi pemblokiran wilayah laut oleh China.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More