Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas)
Untuk memperkuat ketersediaan pangan di wilayah NTT, BULOG memastikan stok beras saat ini mencapai sekitar 35 ribu ton. Selain itu, BULOG juga menyiapkan tambahan stok sekitar 40 ribu ton yang akan dimobilisasi secara bertahap dari sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.
Penguatan stok tersebut merupakan langkah antisipatif BULOG untuk menjaga kecukupan pasokan sekaligus memberikan fleksibilitas dalam memenuhi berbagai kebutuhan pangan masyarakat dan penugasan pemerintah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. telah menyampaikan bahwa BULOG akan memperkuat ketersediaan beras di NTT melalui tambahan pasokan yang dimobilisasi dari sejumlah wilayah.
Dalam mendukung penanganan bencana di NTT, BULOG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan bantuan pangan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Sebelumnya, pada 19 Agustus 2026, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama BULOG telah meninjau langsung kondisi masyarakat dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat terdampak gempa bumi Flores di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, BULOG telah merealisasikan penyaluran sebanyak 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 6.000 liter minyak goreng untuk mendukung penanganan bencana di sejumlah wilayah NTT.
BULOG akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, dan pihak terkait lainnya.
Melalui penguatan stok, mobilisasi pangan, dan optimalisasi distribusi, BULOG memastikan kebutuhan beras masyarakat NTT tetap terpenuhi serta siap mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, termasuk dalam kondisi darurat akibat bencana alam. (WEB)