Perahu Kelebihan Muatan Tenggelam di Nigeria, 53 Orang Meninggal

- Perahu kayu berisi lebih dari 70 penumpang terbalik dekat Kota Gorau, Sokoto, Nigeria, akibat kelebihan muatan; mayoritas penumpang adalah buruh harian berusia 10-15 tahun.
- Korban tewas mencapai 53 orang, termasuk banyak anak-anak, sementara 16 penumpang diselamatkan dan mendapat perawatan medis darurat di permukiman terdekat.
- Tim pemerintah, warga, dan penyelam lokal masih menyisir sungai untuk mencari korban hilang; otoritas berjanji memperketat pengawasan kapasitas perahu.
Jakarta, IDN Times - Sebuah perahu kayu yang mengangkut puluhan penumpang tenggelam di wilayah barat laut Nigeria pada Kamis (20/8/2026). Insiden tragis tersebut menewaskan puluhan orang yang mayoritas merupakan anak-anak dan buruh harian.
Pemerintah setempat bersama warga langsung menerjunkan tim tanggap darurat untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Otoritas perairan mengonfirmasi bahwa operasi pencarian korban selamat maupun jenazah masih terus berlangsung.
1. Perahu kayu terbalik akibat kelebihan muatan

Ilustrasi perahu yang mengangkut para imigran. (Pixabay.com/geralt) Kecelakaan pelayaran ini terjadi di dekat Kota Gorau, Wilayah Pemerintah Daerah Goronyo, Negara Bagian Sokoto. Perahu kayu yang membawa lebih dari 70 penumpang tersebut terbalik tidak lama setelah berangkat karena melebihi kapasitas aman. Sebagian besar penumpang merupakan buruh harian berusia 10 hingga 15 tahun yang hendak menanam padi di lahan pertanian seberang.
"Kami mengonfirmasi bahwa sejauh ini sekitar 40 jenazah anak-anak telah berhasil ditemukan," kata Manajer Area Otoritas Saluran Air Pedalaman Nasional Sokoto, Abdulkadir Yusuf, dilansir India Today.
Kondisi cuaca musim hujan, tingginya arus sungai, serta ketiadaan pelampung keselamatan semakin memperburuk dampak kecelakaan. Banyak penumpang terlempar langsung ke aliran sungai yang deras tanpa sempat menyelamatkan diri.
2. Jumlah korban jiwa bertambah hingga 53 orang

ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner) Proses evakuasi dilakukan secara bergotong royong oleh tim penyelamat dan warga sekitar. Puluhan jenazah yang berhasil diangkat dari dasar sungai kemudian dibawa ke halaman masjid setempat di Desa Gorau untuk dimakamkan secara massal.
"Kami telah memakamkan 46 orang dan jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 53 orang," kata saksi mata lokal, Sharhabilu Kiliya.
Dari puluhan penumpang yang berada di atas kapal, hanya 16 orang yang berhasil diselamatkan warga dalam kondisi hidup. Para korban selamat tersebut langsung mendapatkan perawatan medis darurat di permukiman terdekat.
3. Operasi pencarian korban dan evaluasi keselamatan

ilustrasi Lagos, Nigeria (unsplash.com/sheyi owolabi) Badan Penanggulangan Bencana Nasional mengerahkan tim khusus bersama penyelam tradisional dari desa sekitar untuk menyisir aliran sungai. Petugas terus memfokuskan pencarian pada sisa penumpang yang dilaporkan masih hilang.
"Operasi diintensifkan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan penyelam lokal untuk mengevakuasi korban," kata Direktur Jenderal Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Zubaida Umar.
Tragedi ini kembali menyoroti lemahnya penegakan aturan keselamatan pelayaran sungai di Nigeria. Otoritas perairan berjanji akan memperketat pengawasan kapasitas muatan perahu guna mencegah bencana serupa terulang di masa depan.


















