Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rumah Rusak Gempa NTT Dapat Ganti Rugi Rp30 Juta hingga Bangunan Baru

Rumah Rusak Gempa NTT Dapat Ganti Rugi Rp30 Juta hingga Bangunan Baru
Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)
  • BNPB menyiapkan bantuan bagi warga NTT yang rumahnya rusak akibat gempa, berdasarkan tingkat kerusakan.
  • Rumah rusak sedang mendapat Rp30 juta, sedangkan rumah rusak ringan mendapat Rp15 juta melalui skema stimulan.
  • Rumah rusak berat akan dibangun kembali, sementara realisasi bantuan menunggu tahap darurat dan verifikasi data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Skema bantuan mana yang sesuai kondisi rumah rusak?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan warga dengan rumah rusak ringan dan sedang akan mendapatkan dana stimulan. Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan berat akan dibangun kembali.

"Adapun bantuan rumah rusak; rumah sedang dan rusak berat, ini dibagi atas dua skema. Yang pertama, rusak ringan dan rusak sedang itu disebut dengan skema stimulan," kata Berton dalam jumpa pers secara virtual, Sabtu (22/8/2026).

Berton menjelaskan, besaran dana stimulan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah. Untuk rumah rusak sedang, pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp30 juta. Sedangkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan, bantuan yang diberikan sebesar Rp15 juta.

"Untuk rusak sedang Rp30.000.000, sedangkan untuk rusak ringan Rp15 juta," ujarnya.

Adapun untuk rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah tidak memberikan dana stimulan seperti rumah rusak ringan dan sedang. Rumah tersebut akan dibangun kembali dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia serta ketentuan yang berlaku.

"Sedangkan untuk rumah rusak berat, akan dibuatkan rumah baru yang tentu nanti sesuai dengan anggaran yang ada dan penganggaran yang tersedia dengan jumlah harga yang sesuai dengan aturan yang ada," kata Berton.

Berton mengatakan realisasi bantuan perbaikan maupun pembangunan rumah belum dilakukan karena saat ini penanganan bencana masih berada dalam tahap darurat. Pada tahap ini, pemerintah lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti makanan, tenda pengungsian, selimut, air bersih, hingga kebutuhan higienitas dan sanitasi.

"Saat ini kita masih dalam tahap penanganan darurat. Memang tahap darurat ini, seminggu pertama ini maupun minggu kedua, itu lebih mengutamakan kepada pemenuhan kebutuhan dasar," tuturnya.

Meski demikian, pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan sudah dilakukan oleh tim di lapangan bersama pemerintah daerah. Data tersebut menjadi dasar awal untuk menentukan penerima bantuan sesuai kategori kerusakan.

Berton menegaskan data kerusakan rumah yang telah dihimpun di lapangan masih akan melalui proses verifikasi. Verifikasi diperlukan untuk memastikan kondisi rumah dan menentukan bantuan yang sesuai dengan ketentuan.

"Pada dasarnya nanti rumah-rumah yang disampaikan tadi itu akan dilakukan verifikasi ya, verifikasi setelah nanti 2-3 minggu lagi verifikasi akan dilakukan dan akan segera dilakukan langkah-langkah selanjutnya," kata Berton.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More