Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ingin Damai, Presiden Iran Serukan Penyelesaian Perang dengan AS

Ingin Damai, Presiden Iran Serukan Penyelesaian Perang dengan AS
potret Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan pengakhiran perang dengan AS, menilai konflik berlangsung terlalu lama dan Iran berada dalam posisi kuat serta bermartabat.
  • Pezeshkian menyebut MoU perdamaian 17 Juni sebagai bukti kemenangan Iran, tetapi kesepakatan itu kedaluwarsa pada 17 Agustus dan Donald Trump menolak memperpanjangnya.
  • Upaya damai tetap buntu karena perbedaan syarat; AS menghentikan serangan militer, namun disebut berupaya menekan ekonomi Iran untuk membatasi kemampuan melanjutkan perang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyerukan penyelesaian perang dengan Amerik Serikat (AS). Sebab, Pezeshkian menilai, perang antara Teheran dan Washington sudah berjalan terlalu lama sehingga kedua negara lebih baik segera berdamai. Apalagi, menurutnya, Iran kini sudah sepenuhnya menang atas AS.

“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang karena kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat. Seluruh dunia mengakui kemenangan kita dan menekankan bahwa Amerika (Serikat) telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kita dengan melanggar semua peraturan yang dibenci di seluruh dunia,” kata Pezeshkian saat melakukan pertemuan dengan para dokter di Iran pada Jumat (21/8/2026), seperti dilansir Al Jazeera.  

  1. 1. Pezeshkian menyoroti MoU perdamaian dengan AS

    Seseorang sedang menandatangani dokumen.
    ilustrasi MoU perdamaian (pexels.com/RDNE Stock project)

    Dalam pernyataannya, Pezeshkian juga menyoroti nota kesepahaman (MoU) perdamaian dengan AS yang sudah disepakati pada 17 Juni lalu. Menurutnya, MoU tersebut tidak menunjukkan bahwa Iran kalah berperang melawan AS. Justru, MoU tersebut menunjukkan bahwa Teheran menang atas Washington. 

    MoU perdamaian antara AS dan Iran sendiri sudah kedarluarsa sejak Senin (17/8/2026) lalu. Meski sudah kedarluarsa, Presiden AS, Donald Trump, enggan memperpanjang MoU tersebut. Hal ini lantas berpotensi membuat perang antara Teheran dan Washington kembali meletus seperti beberapa pekan lalu.

  2. 2. Pemimpin Tertinggi Iran sepakat mengakhiri perang meski masih berbeda pendapat dengan AS

    Mojtaba Khamenei sedang berada di kantornya.
    potret Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

    Sebelum ini, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan telah bersedia untuk mengakhiri perang dengan AS meski masih berbeda pendapat dengan mereka. Dilansir France 24, pernyataan itu disampaikan oleh Mojtaba beberapa pekan yang lalu.

    Sayangnya, permintaan itu menuai banyak kecaman dari parlemen Iran. Sebab, mereka ingin AS mematuhi semua syarat perdamaian terlebih dahulu. Setelah itu, perang baru bisa diakhiri. Masalahnya, Negeri Paman Sam dan Trump kini masih sama-sama besar ego untuk mempertahankan posisinya dengan tidak mau mematuhi syarat dari Iran.

  3. 3. Upaya perdamaian Iran dan AS masih buntu

    Perdamaian
    ilustrasi perdamaian (unsplash.com/Road Ahead)

    Hingga saat ini, upaya perdamaian antara Iran dan AS masih buntu. Sebab, keduanya masih sama-sama berbeda pendapat soal syarat perdamaian. Di satu sisi, Iran ingin AS mematuhi semua syarat perdamaian yang mereka berikan. Di sisi lain, AS mengatakan syarat dari Iran tidak menguntungkan mereka sehingga tidak layak untuk dipatuhi. 

    AS sendiri kini sudah tidak melakukan serangan militer terhadap Iran. Kendati demikian, Washington kini berupaya meruntuhkan kondisi ekonomi Teheran agar mereka tidak bisa melanjutkan perang. Menurut sejumlah ahli, ini menjadi strategi baru Trump untuk melawan Iran usai strategi militer dianggap kurang ampuh mengalahkan negara mayoritas Islam Syiah tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More