Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[CEK FAKTA] Campuran Kamper dan Cengkeh Redakan Sesak Napas COVID-19?
Default Image IDN

Jakarta, IDN Times - Video tutorial membuat campuran kamper, cengkeh, biji karom, dan minyak putih beredar di Facebook. Campuran tersebut diklaim dapat meredakan sesak napas yang diakibatkan COVID-19.

Selain itu, pengunggah video menyebut, campuran kamper hingga cengkeh itu bisa meningkatkan kadar oksigen.

"Kamper, cengkeh, biji karom, dan sedikit tetesan minyak kayu putih. Dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan membantu pernpasan. Potli ini juga diberikan kepada para turis saat di Ladakh ketika kadar oksigen rendah. Itulah desi nuska namun sangat efektif #COVID19," tulis pengunggah video.

Akan tetapi, bagaimana kebenaran informasi tersebut?

1. Satgas COVID-19 cap sebagai konten hoaks

Ilustrasi hoaks (IDN Times/Sukma Shakti)

Satgas Penanganan COVID-19 memberi label video campuran kamper, cengkeh, biji karom, dan minyak putih sebagai hoaks. Mereka menegaskan tak ada penelitian terkait campuran tersebut.

"Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan menghirup kapur barus, cengkeh, biji karom, dan minyak kayu putih dapat meningkatkan kadar oksigen dan membantu meringankan sesak napas," kata Satgas COVID-19 di laman covid19.go.id yang dikutip pada Senin (26/4/2021).

2. Menghirup kamper bisa menyebabkan keracunan

aliexpress.com

Disebutkan, menghirup kamper dapat membuat keracunan dan mengancam keselamatan jiwa.

Berdasarkan laporan American Association of Poison Control Center, pada 2018 terdapat sekitar 9.500 orang keracunan kamper di Amerika Serikat. Sebanyak 10 di antaranya mengancam jiwa dan mengakibatkan kecacatan yang signifikan.

"Menurut pedoman Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, menghirup uap kamper menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, menyebabkan kejang, penyakit mental, kebingungan, sakit perut, penggunaan dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kematian," kata Satgas COVID-19.

3. Penjelasan terkait cengkeh dan minyak kayu putih

Ilustrasi minyak kayu putih (IDN Times/Rochmanudin)

Satgas COVID-19 juga menjelaskan tidak ada penelitian yang membuktikan kandungan eugenol pada cengkeh dapat meredakan sakit pernapasan karena infeksi COVID-19. Begitu juga dengan penggunaan minyak kayu putih atau eucalyptus.

"Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), DR dr Inggrid Tania MSI, menyatakan eucalyptus memang memiliki sejumlah zat aktif yang bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur, serta diketahui mampu membunuh virus betacorona, namun bukan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article