Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Klaim Sudah Lindungi Selat Hormuz, Trump Minta Negara Teluk Bayar ke AS

Klaim Sudah Lindungi Selat Hormuz, Trump Minta Negara Teluk Bayar ke AS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menghadiri rapat kabinet di Gedung Putih pada April 2025. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump meminta lima negara Teluk membayar 20 persen biaya perlindungan AS di Selat Hormuz, menegaskan peran negaranya sebagai penjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.
  • Pemerintah Iran menolak klaim Trump dan menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran, sehingga mereka yang layak disebut sebagai penjaga wilayah strategis itu.
  • Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah insiden kapal melintas di luar jalur, memicu serangan balasan dari AS yang memperburuk ketegangan antara kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta negara-negara Teluk untuk membayar negaranya karena sudah melakukan perlindungan dan pengawasan di Selat Hormuz. Sebab, Trump mengatakan AS sudah menggelontorkan dana jumbo hanya untuk menjaga selat tersebut dari ancaman Iran.

“Ya, saya ingin mendapatkan penggantian biaya karena kita melindungi sebagian besar wilayah kaya di dunia, kita mengeluarkan uang, dan karena itu kita akan mendapatkan penggantian biaya perlindungan,” jelas Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C, pada Senin (13/7/2026) seperti dilansir The Hill.

1. Ada lima negara Teluk yang diminta Trump membayar AS

Negara-negara Teluk.
potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)

Negara Teluk yang dimaksud Trump tadi adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Trump meminta kelima negara tersebut untuk membayar sebesar 20 persen dari total biaya yang sudah digelontorkan Negeri Paman Sam untuk melakukan perlindungan dan pengawasan di Selat Hormuz. Namun, Trump tidak merinci jumlah pasti dari biaya tersebut.

“Mereka akan berprestasi dengan sangat baik. Namun, kami rasa, ini sudah tepat (permintaan bayaran kepada negara Teluk). Kami melindungi mereka semua dan kami telah melakukan pekerjaan yang sangat efektif,” lanjut Trump kepada awak media.   

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa AS akan terus melakukan perlindungan dan pengawasan di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kapal-kapal agar bisa berlayar di sana dengan aman dan nyaman tanpa gangguan pihak mana pun, terutama Iran. Oleh karena itu, Trump dengan bangganya melabeli AS sebagai “Penjaga” di selat tersebut.

2. Iran menanggapi pernyataan Trump soal Selat Hormuz

Abbas Araghchi sedang menghadiri pertemuan.
potret Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (tasnimnews.ir/Hamed Malekpour via commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)

Pernyataan Trump tadi akhirnya ditanggapi oleh pemerintah Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan AS bukan “Penjaga” di Selat Hormuz. Sebab, Selat Hormuz kini berada di bawah kontrol Iran, bukan AS. Oleh karena itu, Iran-lah yang pantas dijuluki sebagai “Penjaga” di selat tersebut.

“Trump benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur pelayaran yang aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas jasanya. Namun, Iran selalu menjadi penjaga Selat (Hormuz) dan akan tetap demikian selamanya,” tegas Araghchi.  

3. Iran kembali menutup Selat Hormuz

Peta Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Pada Sabtu (11/7/2026) pekan lalu, Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz. Keputusan ini dilakukan usai ada kapal yang melintas di sana di luar jalur khusus yang sudah ditentukan. Penutupan Selat Hormuz ini lantas membuat AS membalas dengan menyerang Iran. Sebab, AS menganggap tindakan tersebut telah melanggar kesepakatan perdamaian kedua negara.

Serangan terakhir AS ke Iran terjadi pada Senin malam kemarin. Itu merupakan serangan ketiga Washington ke Teheran sejak keduanya kembali terlibat bentrokan pada pekan lalu.

“Serangan-serangan ini akan terus memberikan kerugian besar bagi pasukan Iran dan mengurangi kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil yang tidak bersalah dan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” bunyi pernyataan Komando Pusat (CENTCOM) militer AS dilansir The Guardian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More