Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CEK FAKTA: Haji Isam Ditunjuk Prabowo Pimpin Penanganan Karhutla Kalimantan
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menerima pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam (Instagram/@sekretariat.kabinet)
  • Narasi Facebook menyebut Haji Isam ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk mengoordinasikan penanganan karhutla di Kalimantan.
  • Unggahan itu juga mengklaim Haji Isam memimpin rapat koordinasi di Banjarmasin bersama TNI, Polri, dan Forkopimda Kalsel.
  • Istana membantah klaim tersebut, sementara penelusuran Cek Fakta IDN Times mengategorikannya sebagai konten palsu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah klaim penunjukan pejabat perlu dicek dulu?
Vote Now
Sabtu, 22 Agustus 2026

Unggahan akun Arifin menyebut penunjukan Haji Isam diteruskan oleh Menteri Pertahanan.

Minggu (23/8/2026)

Prasetyo Hadi membantah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Haji Isam sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan.

Sabtu (29/8/2026)

IDN Times melansir keterangan dalam akun Facebook milik Arifin mengenai klaim penunjukan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah klaim penunjukan pejabat perlu dicek dulu?
Vote Now
  • What?
    Narasi Facebook mengklaim Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan, tetapi Istana membantahnya.
  • Who?
    Haji Isam, Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo Hadi, akun Facebook Arifin, serta pemerintah pusat disebut dalam isu ini.
  • Where?
    Narasi beredar di Facebook. Klaim rapat koordinasi disebut berlangsung di Banjarmasin, sedangkan Prasetyo menyampaikan bantahan di Jakarta.
  • When?
    Unggahan menyebut penunjukan diteruskan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Prasetyo membantah isu itu pada Minggu (23/8/2026).
  • Why?
    Narasi mengaitkan penunjukan dengan mandat Presiden Prabowo, tetapi Prasetyo Hadi menyatakan informasi tersebut tidak benar.
  • How?
    Klaim disebarkan melalui unggahan akun Arifin di Facebook, lalu dibantah Istana dan dikategorikan sebagai konten palsu oleh Cek Fakta IDN Times.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah klaim penunjukan pejabat perlu dicek dulu?
Vote Now

Aku melihat tulisan di Facebook yang bilang Haji Isam ditunjuk Presiden Prabowo untuk mengurus kebakaran hutan di Kalimantan. Tulisan itu juga bilang Haji Isam pergi ke Banjarmasin dan rapat dengan TNI serta Polri. Tetapi Pak Prasetyo dari Istana bilang itu tidak benar. Sekarang tulisan itu disebut konten palsu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah klaim penunjukan pejabat perlu dicek dulu?
Vote Now

Penelusuran Cek Fakta IDN Times dan bantahan Istana menghadirkan klarifikasi atas narasi yang beredar di Facebook. Keterangan Prasetyo Hadi juga memuat informasi bahwa pemerintah pusat telah membagi tugas penanganan karhutla kepada beberapa pejabat setingkat menteri untuk wilayah Kalimantan Barat, Tengah, dan wilayah lainnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah klaim penunjukan pejabat perlu dicek dulu?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Sebuah narasi di media sosial Facebook menginformasikan bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan.

Narasi tersebut dibagikan oleh pengguna akun Arifin hingga memancing reaksi dari pengguna Facebook lain. Dalam unggahannya, ia menyebut penunjukan Haji Isam diteruskan oleh Menteri Pertahanan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

"Presiden Prabowo Subianto menunjuk Haji Isam sebagai koordinator utama dalam operasi pengendalian kebakaran hutan dan |ahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan," demikian keterangan dalam akun Facebook milik Arifin dilansir IDN Times, Sabtu (29/8/2026).

1. Haji Isam disebut langsung kerja usai terima penugasan Prabowo

Haji Isam Ikut Temani Presiden Prabowo Subianto Saat Tinjau Lumbung Pangan di Merauke (Istimewa)

Selain itu, Haji Isam juga disebutkan segera bertolak menuju Banjarmasin setelah mendapat mandat dari Presiden Prabowo. Di sana Haji Isam memimpin rapat koordinasi bersama unsur TNI, Polri, dan Forkopimda Kalsel.

"Agenda rapat membahas hambatan yang dihadapi petugas di lapangan, salah satunya akses pemadaman di area lahan gambut yang tidak bisa dimasuki armada pemadam. Sebagai solusinya, tim menyiapkan skema pemadaman estafet dengan menyambungkan selang secara berantai agar jangkauan air lebih jauh," tulisnya.

Lantas benarkah Haji Isam diberi mandat untuk menangani pemadaman karhutla di Kalimantan? Berikut penjelasannya!

2. Istana tepis isu Prabowo tunjuk Haji Isam pimpin penanganan karhutla Kalimantan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Haji Isam sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan.

Prasetyo menegaskan, tak semua informasi di media sosial itu benar. Menurutnya, Presiden Prabowo akan menunjuk koordinator penanganan karhutla dari pejabat setingkat menteri.

"Tidak ada, tidak benar, siapa yang mencetuskan isunya," ujar Prasetyo di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Istana mengungkap, pemerintah telah menunjuk beberapa pejabat sebagai koordinator penanganan karhutla Kalimantan Barat, Tengah, dan daerah lainnya.

"Kita pemerintah pusat sudah menunjuk beberapa pejabat setingkat menteri untuk berbagi wilayah. Jadi memang kita bagi tugas untuk atensi Kalimantan Barat, Tengah dan seterusnya. memang kita atur seperti itu," kata Prasetyo.

3. Hoaks Haji Isam pimpin penanganan karhutla Kalimantan

Ilustrasi hoaks (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta IDN Times, narasi tentang Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan karhutla Kalimantan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hasil penelusuran IDN Times juga menunjukkan bahwa konten tersebut termasuk kategori konten palsu (fabricated content). IDN Times mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan konten-konten hoaks di media sosial.

Yuk pilih sikapmu terhadap unggahan Facebook

Apakah klaim penunjukan pejabat perlu dicek dulu?

See More

Editorial Team

Related Article