Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEK FAKTA: Viral Klaim Kapal Perang RI Siap Perang Dunia III
Ribuan pemudik dari Jakarta tiba di Dermaga Ujung, Surabaya menggunakan kapal perang. (Dokumentasi TNI AL)
  • Tiga unggahan Facebook mengklaim kapal perang Indonesia siap ikut Perang Dunia III, namun tidak memiliki sumber resmi dan berasal dari satu akun bernama Jafar Sodik.
  • Visual yang digunakan dalam unggahan terindikasi hasil editan AI dengan watermark 'Meta AI', menandakan konten bukan dokumentasi asli aktivitas militer TNI AL.
  • TNI AL memiliki ratusan kapal untuk menjaga kedaulatan laut, sementara Indonesia justru dikenal sebagai negara 'safe haven' berkat kebijakan luar negeri bebas aktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Tiga unggahan viral di Facebook, yang mengklaim kapal perang Indonesia (KRI) siap terlibat dalam Perang Dunia III hingga menyerang Israel. Konten tersebut beredar dari satu akun yang sama, dan tidak didukung informasi resmi pemerintah maupun militer.

Berdasarkan penelusuran, ketiga postingan berasal dari akun Facebook bernama Jafar Sodik. Narasi yang digunakan serupa, yakni menyebut Indonesia siap ikut perang jika konflik global pecah, dengan variasi target seperti Israel, Amerika Serikat, atau Iran.

Namun, unggahan tersebut tidak menyertakan sumber kredibel, tanggal kejadian, maupun pernyataan pejabat resmi. Pola ini menunjukkan konten bersifat pengulangan (recycled content) yang umum digunakan untuk menarik interaksi di media sosial.

Berikut hasil cek fakta dan penelusuran IDN Times.

1. Visual tidak relevan dan terindikasi AI

Video Kapal Perang Indonesia Disiagakan untuk Perang Dunia 3 (Dok/Istimewa)

Gambar dan video yang digunakan juga tidak dapat dijadikan bukti. Salah satu visual bahkan menampilkan kapal layar bergaya abad lampau yang bukan bagian dari armada modern TNI Angkatan Laut.

Selain itu, terdapat watermark “Meta AI” di konten. Meta AI merupakan teknologi kecerdasan buatan milik Meta Platforms yang digunakan untuk menghasilkan atau memodifikasi gambar dan video. Keberadaan tanda ini mengindikasikan visual kemungkinan dibuat atau diedit menggunakan AI, bukan dokumentasi asli aktivitas militer.

Kasus serupa sebelumnya pernah diklarifikasi Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks), yang menyatakan video klaim kapal induk Indonesia merupakan hasil editan dan tidak sesuai fakta.

2. Data armada TNI AL

Sejumlah warga berwisata di atas kapal perang TNI AL usai mengikuti salat Id di dermaga layang Kodaeral VI di Makassar, Sabtu (21/3/2026). (Dok. Kodaeral VI)

Secara terbuka, kekuatan TNI Angkatan Laut memang mencakup ratusan kapal dari berbagai jenis. Namun, fungsi utamanya adalah menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Armada tersebut terbagi dalam tiga komando utama yakni Armada I di Tanjung Uban, Armada II di Surabaya, Armada III di Sorong

Kapal-kapal tersebut digunakan untuk patroli, pengamanan laut, dan pertahanan nasional, bukan untuk operasi perang global. Data Navy Fleet Strength by Country (2026) mencatat bahwa Indonesia memiliki 338 kapal perang, angka ini lebih tinggi dari Korea Utara yang hanya memiliki 332 unit kapal perang, namun lebih sedikit dibandingkan India yang mencapai 343 unit. Indonesia secara global ada di urutan ke-lima.

3. Posisi Indonesia sebagai Safe Haven

ilustrasi kapal perang angkatan laut (unsplash.com/Asael Pena)

Sementara posisi Indonesia sebagai Safe Haven Menurut laporan The Economic Times yang merujuk pada Daily Mail (2025), Indonesia dianggap sebagai salah satu dari sedikit negara "safe haven" (zona aman) jika Perang Dunia III terjadi, didorong oleh kebijakan luar negeri "bebas aktif" dan posisi geografis sebagai kepulauan.

Dengan demikian, klaim dalam tiga postingan viral tersebut tidak benar. Konten berasal dari satu akun, menggunakan visual yang tidak relevan dan terindikasi hasil AI,

Editorial Team