Genjot 3 Inovasi, BRIN Fokus Riset Berdampak Langsung di Masyarakat

- Komisi X DPR RI mengapresiasi capaian riset BRIN yang dinilai relevan dengan kebutuhan nasional, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga pengembangan energi berkelanjutan.
- DPR menekankan pentingnya inovasi yang memperhatikan kondisi sosial masyarakat serta keberlanjutan program riset agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
- Komisi X mendukung penguatan anggaran BRIN untuk modernisasi fasilitas riset nasional sebagai investasi strategis dalam meningkatkan daya saing dan mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Jakarta, IDN Times – Komisi X DPR RI memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian riset dan inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi X DPR RI dan BRIN yang digelar di Jakarta, Kamis, 12 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, BRIN memaparkan sejumlah inovasi prioritas yang dinilai mampu menjawab berbagai tantangan nasional, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga pengembangan energi berkelanjutan. DPR pun menilai arah riset yang dijalankan BRIN semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Selain mengapresiasi kinerja BRIN, Komisi X DPR RI juga mendukung usulan penguatan anggaran riset, guna mempercepat hilirisasi inovasi dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
1. BRIN fokus hadirkan riset yang berdampak langsung

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan riset dan inovasi harus mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, BRIN terus mengarahkan penelitian agar menghasilkan solusi konkret dan mendukung penyusunan kebijakan berbasis data.
"BRIN hadir untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga transisi energi berkelanjutan. Inovasi kita harus berdampak langsung," ujar Arif.
Dalam pemaparannya, BRIN memperkenalkan sejumlah inovasi strategis. Di bidang kebencanaan, BRIN mengembangkan Teknologi Peredam Gempa untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana. Sementara di sektor pangan, BRIN berhasil mengembangkan varietas padi Biosalin yang mampu tumbuh pada lahan dengan tingkat salinitas tinggi.
Anggota dewan menyambut positif capaian tersebut. Namun, DPR juga berharap riset di sektor pangan terus diperkuat, agar menghasilkan varietas unggul dengan produktivitas yang lebih tinggi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
2. DPR minta inovasi memperhatikan kebutuhan masyarakat

Selain membahas capaian teknologi, Komisi X DPR RI juga memberikan sejumlah catatan terkait strategi pengembangan inovasi nasional. Salah satu perhatian utama DPR adalah pentingnya pendekatan sosial dalam penerapan hasil riset.
Menurut DPR, berbagai teknologi yang dikembangkan harus mempertimbangkan kondisi dan karakteristik masyarakat, agar dapat diterima serta dimanfaatkan secara optimal.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya keberlanjutan program riset. Ia mengingatkan agar berbagai inovasi yang telah dikembangkan BRIN tidak berhenti hanya karena adanya pergantian kepemimpinan.
Selain itu, DPR meminta BRIN lebih fokus pada riset yang menyasar kebutuhan mendesak masyarakat. Salah satunya adalah pengembangan penelitian terkait pengobatan diabetes yang hingga kini masih menjadi salah satu persoalan kesehatan utama di Indonesia.
3. Komisi X dukung tambahan anggaran untuk modernisasi riset

Dalam kesempatan yang sama, Arif Satria mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat infrastruktur riset nasional. Menurutnya, modernisasi laboratorium dan fasilitas penelitian menjadi syarat penting, agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena itu, BRIN mengajukan usulan penguatan anggaran yang difokuskan pada revitalisasi fasilitas penelitian nasional, termasuk infrastruktur ketenaganukliran yang dapat dimanfaatkan untuk sektor energi, industri, dan kesehatan.
Menanggapi usulan tersebut, Hetifah mengatakan, Komisi X DPR RI mendukung penguatan anggaran untuk BRIN. Menurutnya, riset dan inovasi merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk mendorong pembangunan nasional.
DPR menilai anggaran riset tidak seharusnya dipandang sebagai beban belanja semata, melainkan investasi strategis untuk menciptakan teknologi, meningkatkan daya saing bangsa, dan menghasilkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan sekaligus pengawasan, Komisi X DPR RI juga berencana melakukan kunjungan lapangan guna melihat secara langsung implementasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan BRIN.


















