Prabowo Minta Hemat BBM, TNI AL Mulai Uji Coba Penggunaan Bus Listrik

- TNI AL meresmikan uji coba bus listrik di Mabesal Cilangkap sebagai dukungan terhadap transisi energi bersih dan efisiensi BBM sesuai arahan Presiden Prabowo.
- Operasional bus listrik dilakukan bertahap untuk antar-jemput anggota dari kompleks perumahan TNI AL ke Mabesal, dengan target awal 20 unit sebelum diperluas ke kota lain.
- Bus listrik tipe Heavy Duty berkapasitas 33 kursi ini dilengkapi baterai 255 kWh, fitur keselamatan canggih, serta biaya operasional lebih rendah dibandingkan bus diesel.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr Muhammad Ali, meresmikan sekaligus melaksanakan uji coba perdana penggunaan unit bus listrik di lingkungan Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur pada Kamis (16/4/2026).
Langkah tersebut diambil sebagai dukungan TNI AL dalam percepatan kendaraan bermotor listrik serta transisi menuju energi bersih di lingkungan militer. Penggunaan kendaraan ramah lingkungan bertujuan untuk penghematan energi dan menjaga kualitas udara dari polusi.
"Pada pagi hari ini, kami TNI Angkatan Laut, mulai meresmikan penggunaan mobil listrik. Hal ini dikarenakan selain merupakan program pemerintah dalam rangka penghematan energi dan juga menjaga polusi udara, ya" kata Ali dalam peresmian.
1. Sesuai arahan Presiden kurangi ketergantungan BBM impor

Pengadaan bus listrik di lingkungan TNI AL dilakukan karena sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia beralih ke energi bersih secara bertahap.
Melalui langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 200 ribu barel per hari atau sekitar 20 persen serta menghasilkan 100 gigawatt daya, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.
Ali menjelaskan, penggunaan mobil listrik sangat penting agar TNI AL tidak lagi bergantung pada ketersediaan BBM yang saat ini terbatas dan langka akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Dengan mengombinasikan penggunaan bus listrik, mobil listrik, dan kendaraan hybrid, TNI AL menargetkan penghematan penggunaan bahan bakar hingga 50 persen serta mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Bapak, Ibu tahu semua permasalahan BBM ini sangat langka karena adanya perang di kawasan Timur Tengah. Untuk itu, kita mulai menggunakan mobil listrik untuk angkutan anggota-anggota TNI Angkatan Laut," ujar Ali.
2. Implementasi bertahap untuk antar-jemput anggota ke wilayah pinggiran

Operasional bus listrik tersebut akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari rute Mabesal Jakarta hingga nantinya diperluas ke berbagai Kotama dan Satuan di Jakarta maupun Surabaya.
Beberapa lokasi yang masuk dalam sasaran perluasan di antaranya Pondok Dayung, Kolinlamil, Koarmada II, hingga seluruh Kodaeral sesuai dengan peta jalan jangka panjang TNI AL.
"Bus digunakan untuk antar-jemput anggota karena ada beberapa kompleks TNI Angkatan Laut perumahan yang agak jauh, agak di pinggir kota Jakarta. Jadi seperti di Pasir Angin, kemudian Marunda, Jonggol, nah ini masih bisa menggunakan ini," tuturnya.
Untuk tahap awal, TNI AL menargetkan sekitar 20 unit bus yang akan beroperasi dua arah, yakni menjemput anggota di pagi hari dan mengantar pulang pada sore. Jika perhitungan efisiensinya dinilai tepat, jumlah unit ini ditambah dan diperbanyak ke kota-kota lain di Indonesia.
3. Spesifikasi dengan fitur keamanan bus listrik TNI AL

Bus listrik milik TNI AL ini merupakan tipe Heavy Duty berkapasitas 33 kursi dengan berat 15,2 ton. Kendaraan tersebut menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate sebesar 255 kWh yang mampu dipacu hingga kecepatan maksimal 100 km/jam.
Secara teknis, bus tersebut diklaim lebih unggul karena tidak menghasilkan gas buang serta memiliki biaya operasional dan perawatan yang jauh lebih rendah dibandingkan mesin diesel.
Terkait ketahanan, bus tersebut sudah melewati rangkaian uji ekstrem mulai dari tes getaran, perendaman air, hingga perlindungan terhadap api eksternal.
Untuk menjamin keamanan, unit bus juga dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan, seperti pemadam APAR otomatis di ruang kontrol baterai, sistem pemutus daya utama, deteksi asap, pemantauan baterai, pelacakan GPS, serta pengawasan melalui 12 kamera CCTV.















