Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Pemilik Warung Tutup Amankan Diri saat Bentrok Jalan Tambak
Puluhan polisi diterjunkan untuk menjaga lokasi pascabentrok di sekitar Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026) pagi (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Pemilik warung yang tak ingin disebutkan namanya mengisahkan momen awal mula terjadinya bentrok di sekitar Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat yang terjadi pada Minggu (27/7/2026) pagi.

Ahmad, bukan nama sebenarnya, sehari-hari berjualan es seduh bersama istrinya di sekitar lokasi awal mula terjadinya bentrok. Saat itu ia berjualan seperti biasanya. Namun karena peristiwa terjadi pada akhir pekan, sejumlah warung memang tidak buka seperti hari biasanya.

"Kejadian kemarin kan Minggu ya itu, memang kan kalau Minggu nggak banyak warung yang buka. Paling cuma penjual asongan biasa, jajanan kecil yang buka," kata dia saat ditemui di lokasi.

Ahmad dan istrinya tak melihat secara langsung saat ricuh terjadi. Mereka hanya kaget tiba-tiba ada keramaian. Maklum, di tempatnya berjualan sudah lama sekali tak terjadi bentrok belakangan ini.

"Saya nggak tahu itu awalnya gimana, tapi tiba-tiba ramai, saya kira ribut kecil itu di depan (dekat nasi uduk). Ternyata jadi besar. Di sini sudah lama nggak pernah ada ricuh, paling tawuran di depan (sekitar Jalan Proklamasi dan Jalan Tambak)," tuturnya.

Mereka memutuskan untuk menutup gerbang besi saat bentrok semakin meluas. Ahmad dan istri berlindung di dalam karena khawatir barang dagangannya kena amuk massa yang saling serang.

"Kita tutup saja sudah, khawatir kena juga kan. Paling takut kalau ini tiba-tiba ada kebakaran kita ada di dalam. Untung di belakang warung ini ada celah kecil, jadi sewaktu-waktu kepepet bisa cabut juga kita," ucap dia.

Ahmad menuturkan, selama di dalam warung ia mendengar ada keramaian di luar. Namun ia bersama istri tak berani memeriksa kondisi yang terjadi dengan memilih bertahan di dalam.

Untuk diketahui, bentrok antarkelompok warga terjadi di sekitar Jalan Tambak pada Minggu (26/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Kericuhan terjadi hingga Senin (27/7) dini hari. Adapun dalam peristiwa ini, satu orang jadi korban tewas.

Bentrok dipicu karena pelaku yang merasa tak dilayani saat hendak membeli sarapan nasi uduk. Dia pun menggeber kendaraannya. Kemudian, pelaku kembali mendatangi lokasi dengan membawa rombongan teman dan merusak gerobak milik penjual nasi uduk itu.

Warga sekitar tak terima dan membalas tempat pelaku serta teman-temannya berkumpul. Warga dan sekelompok orang itu terlibat lempar-lemparan batu hingga akhirnya terjadi penganiayaan. Akibat bentrokan itu terdapat dua orang korban yang dievakuasi ke RSCM. Satu orang dalam kondisi kritis dan korban lainnya meninggal dunia.

Polres Metro Jakarta Pusat telah menangkap tiga terduga pelaku yang melakukan penganiayaan dan menyebabkan korban meninggal. Kapolres Metro Jakarta Pusat (Jakpus), Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengatakan, ketiga pelaku itu berinisial S, T, dan U.

“Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan,” kata Reynold di Jalan Tambak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article